|
USIANYA masih belia. Tanggal 2 Desember 2009 baru memasuki usia 13 tahun. Namun bicara
prestasi, Fahmi Maulana Ibrahim jagonya. Prestasi anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan
Ir H Ibrahim Chaeruddin-Hj Andi Erniati IbHingga duduk bangku kelas dua SMPN 3 Palopo, putra Kadis Tarkim Kota Palopo ini sudah mengoleksi puluhan juara satu berbagai lomba bidang akademik maupun non akademik.
Yang terbaru adalah Fahmi --begitu sapaan akrabnya-- baru-baru ini keluar sebagai juara satu ''pemilihan pelajar anti narkoba tingkat Sulsel 2009'' kategori putra SMP. Atas juara itu, Fachmi akan mewakili Sulsel pada pemilihan pelajar anti narkoba tingkat nasional di Jakarta pertengahan tahun ini.
Talenta jawara Fachmi memang sudah terlihat sejak kecil. Ketika masih duduk di TK, ia menggondol juara satu lomba fashion tingkat TK se Palopo pada 1999. Memasuki SD, rangking satu tak pernah lepas hingga duduk kelas dua SMP saat ini.
“Dia memang berprestasi semenjak masih TK,” ujar Chaeruddin, sang ayah saat ditemui di kediamannya di BTN Nyiur Permai, ba'da salat Jumat, kemarin.
Di rumahnya, bungsu dari tiga bersaudara itu mengoleksi sejumlah hasil prestasinya berupa tropi dan piagam penghargaan. Di sana tertulis deretan juara diantaranya seperti tahun 1999 juara I lomba Fashion tingkat TK, juara terbaik I Sholawat Nabi tahun 2000, juara I Fashion tahun 2001, Juara I Fashion tahun 2002, juara I Festival anak Sholeh tahun 2003, Juara I Lomba Busana Trend 2004, Juara I lomba dakwah 2005, Juara I lomba adzan, busana muslim, puisi, dan nyanyi solo tahun 2006, Juara I lomba puisi tahun 2007, Juara Top model, juara kepribadian, siswa tauladan Sulsel tahun 2008, dan terakhir sebagau duta narkoba, Kota Palopo, Selsel, karya tulis terbaik dan peraih predikat intelegency tahun 2009.
“Prestasi itu mengantarkan dia mendapatkan beasiswa di sekolah," kata Hj Erniati didampingi Chaeruddin dengan penuh syukur, kemarin.
Namun kata Erniati, prestasinya itu tidak membuat anaknya lupa daratan. Bahkan, Fahmi tidak ingin membanggakan diri di sekolah dan lingkungan sekitarnya. Dalam bergaul pun Fahmi selalu menghargai sesamanya. "Dia juga patuh dan tidak pernah minta apapun, bahkan itu uang jajan sekalipun," cetusnya. (yat/ikh/t)
(yat/ikh)
|