|
MAKASSAR-- Krisis listrik di Sulawesi Selatan (Sulsel), segera berakhir. Mulai 31 Maret mendatang,
pemadaman bergilir tidak akan terjadi lagi, meski saat ini, masih defisit daya sebesar 89
megawatt (MW). Pemadaman tidak t''Kami berjanji, tidak ada lagi pemadaman bergilir mulai 31 Maret mendatang. Kami akan all out agar tidak terjadi lagi pemadaman,'' kata General Manager PLN Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara (Sultanbatara), Ahmad Siang, di depan pimpinan DPRD Sulsel, di gedung DPRD Sulsel, Senin, 8 Maret kemarin yang juga dihadiri Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, Zulkarnain Arief dan Ketua Realestate Indonesia Sulsel, Jamaluddin Djafar.
Mulai 31 Maret, daya dipastikan akan bertambah sebesar 154 MW. Jadi, sudah surplus 65 MW. Daya itu didapat dari beberapa pembangkit seperti Pembangkit Tallo Lama 40 MW, PLTD Matekko 10 MW, PLTG Sengkang 30 MW, PLTU Makassar Te'Ne 6 MW, PLTD Jeneponto 20 MW, PLTD Tello 40 MW. Tambahan daya akan bertambah sampai Desember 2010 sampai 331 MW.
Selain program jangka pendek yang dilakukan, menurut Ahmad Saing, juga PLN melakukan program jangka panjang untuk pengadaan proyek pembangunan 10.000 MW yakni, PLTU Barru Sulsel 100 MW, PLTU Sultra Nii Tanasa 20 MW, PLTU Takalar 200 MW, PLTU Mamuju 14 MW, PLTU Selayar 8 MW, PLTU Kolaka 20 MW, PLTU Baubau 20 MW, PLTU Kendari 50 MW, dan PLTP Mangolo 10 MW.
Janji yang dilontarkan Ahmad Siang yang baru dua bulan menjabat GM PLN Sultanbatara, ini tidak ada lagi pemadaman bergilir mulai 31 Maret, mendapat sambutan hangat dari DPRD Sulsel. Ketua Komisi C DPRD Sulsel, Buhari Kahar Mudzakkar, mengatakan salut atas janji tersebut. Hanya saja, karena selama ini, DPRD Sulsel selalu mendapat janji-janji seperti itu di PLN, maka harus ada konsekuensi dari janji tersebut. ''Kami berharap supaya janji itu ditepati. Tapi kalau tidak, mestinya GM PLN mundur dari jabatannya karena tidak mampu melayani masyarakat,'' tegas Buhari.
Sementara itu, anggota DPRD Sulsel Armin Mustamin Toputiri, mengatakan, seharusnya PLN ada program kedepan. Harus memperhatikan perkembangan kebutuhan listrik masyarakat yang kian hari kian meningkat. ''PLN harus menyusun daftar kebutuhan masyarakat,'' tegasnya.
(uce/ikh)
|