|
MALILI-- Wabah penyakit flu burung melanda Kabupaten Luwu Timur (Lutim). Sedikitnya 24 ribu
ekor ayam positif terjangkit virus Avian Influenza (AI) yang tersebar di sembilan kecamatan. Untuk mengantisipasi agar penyebaran virus mematikan tersebut tidak meluas, pemerintah setempat melakukan pembakaran ayam yang terjangkit AI. Sejauh ini, belum ada korban jiwa.
Sembilan kecamatan yang terkena wabah flu burung masing-masing Kecamatan Wotu, Burau, Tomoni, Mangkutana, Tomoni Timur, Kalaena, Malili, Angkona, dan Wasuponda.
Sesuai data Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Lutim yang dipegang Komisi I DPRD Lutim, 24 ribu ayam yang tertular penyakit flu burung terdiri ayam petelur, ayam potong, dan ayam kampung.
''Setelah Bidang Peternakan Lutim melakukan pemeriksaan uji cepat (rapit tes) dan telah dikuatkan pula dengan hasil pemeriksaan Laboratorium Balai Besar Veteriner Maros, ayam tersebut dinyatakan positif terjangkit flu burung,'' Wakil Ketua Komisi I DPRD Lutim, Pdt Yeheskiel Naritoding dalam keterangan persnya di Kantor DPRD Palopo, Senin, 20 September kemarin.
Menurut dia, Komisi I telah melakukan peninjauan lapangan guna melihat secara langsung kondisi penularan flu burung selama dua hari pada 16-17 September lalu pada empat kecamatan yakni Mangkutana, Tomoni, Tomoni Timur dan Kalaena.
Pada kunjungan itu, dewan juga mensosialisasikan kepada masyarakat agar dapat berhati-hati dan tetap melaksanakan pencengahan agar virus ini tidak lebih meluas.
Yeheskiel juga mengatakan, cara penanganan dan pencegahan penyebaran virus flu burung di lapangan yang dilakukan Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Lutim sudah berjalan cukup baik. Karena koordinasi antara aparat yang terkait dengan warga sudah terjalin. Termasuk posko penanggulangan flu burung juga sudah didirikan di masing-masing kecamatan. Hanya saja, vaksin yang digunakan untuk penyemprotan kandang dan sebagainya masih perlu penambahan.
''Karena vaksin yang berasal dari Pemda Lutim sebanyak 100 liter dan bantuan dari Pemprov Sulsel yang juga 100 liter masih kurang, sehingga perlu penambahan,'' ungkap Yeheskiel.
(akm/ikh/t)
|