Cari

 

 PAGE VIEW
OLAHRAGA
Play Off Bola Diundur Lagi
BELOPA --- Panitia play off Pra Porda cabang olahraga (cabor) sepakbola yang sebelumnya menjadwalkan laga play off digelar pada bulan Januari ini, kembali molor hingga Februari nanti. Play off yang recananya diikuti oleh

INFOTAINMENT
Agnes Monica Resmi Dikontrak Label Internasional
Jakarta--- Setelah sekian lama, akhirnya Agnes Monica membuktikan ucapannya untuk benar- benar Go International. Hal itu dibuktikan dengan dikontraknya Agnes oleh label internasional. Kabar tersebut disampaikan

DARI REDAKSI
Sukses, Jalan Sehat Demi Indonesia dan Senam Dahlan Style di Palopo
Dua event yang digelar PALOPO POS pada 8-9 Juni 2013 akhir pekan kemarin, yakni Lomba Dance Gangnam Style serta Jalan Sehat Demi Indonesia & Senam Dahlan Style, berlangsung sukses dan meriah.

SKPD Minim PAD, Wali Kota Bilang Maaf Saja
Lebih-lebih Kalau Korupsi...

73 Ribu Kades Bisa Terjerat Korupsi
Maaf Saja...

MALILI
Rabu, 19 Jan 2011, view 333 x
Soal Percetakan Sawah Baru
Pertanian Bantah Proyek tak Rampung
MALILI - Adanya laporan sejumlah kalangan kalau proyek percetakan sawah yang bersumber dari APBN bermasalah dan terindikasi dananya sudah cair, namun proyeknya tidak rampung, dibantah keras Kepala Dinas (Kadis) Pertanian,Kepada Palopo Pos, Selasa 18 Januari, Bahrun Abidin mengatakan, kalau proyek percetakan sawah yang tersebar di beberapa kecamatan yang dianggap tidak rampung melalui dana APBN itu telah dikembalikan dananya. Seperti proyek percetakan sawah di Dusun Balambano Indah Desa Puncak Indah Malili melalui APBN 2008 yang direncanakan 100 hektar tapi hanya 51 hektar yang diselesaikan. Dan 49 hektar yang tidak rampung dananya telah dikembalikan.
Begitupun, sebut Bahrun Abidin dengan di Desa Tole-tole ada 7 hektar tidak rampung yang juga dari APBN 2008, juga telah dikembalikan dananya. Dimana anggaran perhektarnya masing masing Rp7.400,000.
"Jadi seluruh sisa dananya telah dikembalikan. Karena proyek percetakan sawah melalui swakelola itu tidak rampung, makanya dibayarkan sesuai dengan bobot pekerjaannya,'' jelas Bahrun Abidin di ruang kerjanya kemarin.
Bahrun Abidin menuturkan, proses adiministrasi percetakan sawah itu tidak ada masalah lagi. Pasalnya, seluruh dana yang tersisa dari proyek itu telah dimasukkan kembali ke kas negara. "Kalau proyek percetakan sawah sudah tidak ada masalah lagi, karena seluruh dana yang tersisa sudah dimasukkan ke kas negara," katanya.
Lebih lanjut diucapkan Bahrun, untuk proyek percetakan sawah di Desa Mahalona seluas 100 hektar sebenarnya sudah rampung. Bahkan dengan adanya fasilitas sawah itu disambut antusias warga. Karena sebelumnya fasilitas sawah memang merupakan suatu kendala warga.
"Kalau ada yang mengatakan percetakan sawah di Desa Mahalona hanya terealisasi 40 hektar dan 60 hektar yang tersisa karena tidak rampung, itu semua tidak benar. Karena dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan kalau proyek itu sudah rampung secara keseluruhan," tegas Bahrun Abidin.
Seperti diberitakan sebelumnya, program percetakan sawah baru tahun 2009 Dinas Pertanian Luwu Timur seluas 100 hektar sebesar Rp750 Juta yang bersumber dari APBN 2009 di Desa Mahalona baru rampung hanya 40 hektar saja, sementara anggaran per hektarnya Rp7,5 Juta. Hal ini menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, seluruh anggaran percetakan sawah baru tersebut sudah cair semua, namun realisasi di lapangan hanya berkisar 40 hektar saja. Tentu saja kinerja Kadis Pertanian, Ir Bahrun Abidin perlu dievaluasi, terkait masalah tersebut.
Hal ini diungkapkan anggota LSM Peduli Bumi Batara Guru, Musliadi kepada Palopo Pos, Selasa 11 Januari. Menurut Musliadi, hal ini terkuak dari hasil dengar pendapat DPRD Luwu Timur bersama sejumlah SKPD terkait beberapa waktu lalu.
(tan/rhm)

  Komentar Terkini ( 0 Komentar )
   Baca Komentar    Tambah Komentar

  BACA JUGA
INDEKS RUBRIK   
KREATIVITAS SEKOLAH
Ikut Kompetisi Tingkat Nasional
PALOPO---- Dua siswa SMANsa Palopo yang tampil pada English Competition Tingkat Nasional, yang dilaksanakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bahasa Politekhnik Makassar, beberapa waktu lalu, lagi-lagi