Cari

 

 PAGE VIEW
OLAHRAGA
Play Off Bola Diundur Lagi
BELOPA --- Panitia play off Pra Porda cabang olahraga (cabor) sepakbola yang sebelumnya menjadwalkan laga play off digelar pada bulan Januari ini, kembali molor hingga Februari nanti. Play off yang recananya diikuti oleh

INFOTAINMENT
Agnes Monica Resmi Dikontrak Label Internasional
Jakarta--- Setelah sekian lama, akhirnya Agnes Monica membuktikan ucapannya untuk benar- benar Go International. Hal itu dibuktikan dengan dikontraknya Agnes oleh label internasional. Kabar tersebut disampaikan

DARI REDAKSI
Sukses, Jalan Sehat Demi Indonesia dan Senam Dahlan Style di Palopo
Dua event yang digelar PALOPO POS pada 8-9 Juni 2013 akhir pekan kemarin, yakni Lomba Dance Gangnam Style serta Jalan Sehat Demi Indonesia & Senam Dahlan Style, berlangsung sukses dan meriah.

SKPD Minim PAD, Wali Kota Bilang Maaf Saja
Lebih-lebih Kalau Korupsi...

73 Ribu Kades Bisa Terjerat Korupsi
Maaf Saja...

BERITA UTAMA
Selasa, 13 Sep 2011, view 345 x
Polri Tambah 400 Personil Brimob ke Ambon
Djoko: Ada Lima Orang Tewas
JAKARTA—Menkopolhukam Djoko Suyanto mengatakan jumlah korban tewas kerusuhan Ambon mencapai 5 orang. Sedangkan jumlah korban luka-luka masih belum mendapatkan kepastian. Guna mengamankan situasi keamanan, saat ini Polri dan TNI telah diminta untuk melakukan pengamanan di setiap titik rawan kerusuhan.
Sementara yang diberitakan harian ini kemarin, satu orang tewas dan sebanyak 90-an orang luka luka. ‘’Menurut staff saya secara tertulis, yang tewas ada 5 orang. Saya tidak usah mengatakan korban itu dari kelompok mana, sementara laporan ini yang diterima. Nanti dikroscek lagi dengan kepolisian,’’ kata Djoko menjawab wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/9), kemarin.
Pernyataan Djoko ini sedikit berbeda dengan yang diungkapkan Kapolri Jenderal Timur Pradopo. Timur justru mengaku masih belum mendapatkan laporan pasti mengenai jumlah korban tewas dan luka-luka akibat kerusuhan Ambon Minggu. ‘’Semua masih kita update. Sekarang masih dalam situasi yang simpang siur. Supaya tidak salah nanti disampaikan secara resmi oleh Kadiv Humas Polri,’’ kata Timur.
Ditambahkan Djoko, hasil penyelidikan awal penyebab kerusuhan karena berkembangnya isu-isu di tengah masyarakat. Kecelakaan tunggal seorang tukang ojek, disebarluaskan dengan penuh provokasi melalui telepon dan SMS. Saat ini memang belum ada provokator yang ditangkap, namun kepolisian sedang melakukan pengejaran.
‘’Ini yang sedang kita cari provokatornya. Bisa dilacak melalui sms oleh pihak kepolisian. Kita berharap pemuka masyarakat bisa bantu untuk meminta masyarakat jangan mudah terprovokasi,’’ kata Djoko.
Sementara itu, agar situasi di Ambon kembali aman, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta masyarakat Ambon dan sekitarnya jangan mudah terprovokasi. Kerusuhan Ambon yang terjadi Minggu lalu, ternyata hanya dipicu kesalahpahaman yang meluas hingga pecah kerusuhan. Hal ini disampaikan Menkopolhukam, Djoko Suyanto.
‘’Presiden mengatakan, jangan membiarkan hal sekecil apapun sampai meluas. Karena itu kita all out, mulai dari kita, Gubernur, Pangdam, Kapolda, masyarakat diminta harus terjun langsung menenangkan masyarakat,’’ kata Djoko di Istana Merdeka, Senin (12/9), kemarin.
Dari komunikasi yang dilakukan Djoko kepada Gubernur dan Kapolda, saat ini kondisi kota Ambon memang belum kondusif secara total. Penjagaan masih dilakukan pada beberapa titik yang dinilai masih rawan. Untuk upaya darurat, saat ini antara dua kelompok yang bertikai diupayakan jangan sampai bertemu dulu. ‘’Kita harapkan semua pihak ikut membantu mengamankan situasi. Kita harus bergerak cepat dan jangan biarkan kerusuhan berlarut atau meluas lagi. Saya yakin para tokoh masyarakat Ambon juga ingin hal demikian,’’ kata Djoko.
Sementara itu juru bicara Kepresiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, Presiden SBY meminta agar pihak-pihak terkait menjelaskan kepada masyarakat penyebab dari kerusuhan. Sehingga tidak terjadi saling provokasi di antara masyarakat. Kerusuhan ini sendiri diyakini bermula dari kesalahpahaman meninggalnya seorang tukang ojek.
‘’Masyarakat harus dijelaskan persoalan apa yang terjadi. Jangan sampai kerusuhan di sana justru menjurus pada isu SARA. Kepolisian dan TNI juga diminta untuk menambah personil guna mengamankan situasi," kata Julian.

TAMBAH PERSONIL
Mabes Polri menambah personil untuk diperbantukan di Ambon. Meski sudah mulai dapat dikendalikan, namun kerusuhan yang pecah Minggu (11/9), dikhawatirkan masih bisa berdampak pada keamanan di daerah yang memang sering terlibat konflik tersebut. ‘’Sudah berangkat tadi jam 4 pagi tambahan personil ke Ambon. Kita sekarang lakukan pencegahan preventif dari kelompok yang bertikai,’’ kata Kapolri Jenderal Timur Pradopo pada wartawan di Istana Merdeka, Senin (12/9), kemarin.
Selain menambah personil, Mabes Polri juga telah mengintruksikan Kapolda untuk mengambil alih seluruh langkah-langkah pengamanan di Kota Ambon. Untuk meredam pertikaian dari kedua belah pihak yang bertikai, Polri juga melibatkan para pemuka masyarakat.
Tambahan personel Brigade Mobil (Brimob) ke Polda Maluku, sebanyak 400 orang yang diambil dari Polda Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. ‘’Untuk kekuatan yang kita kirim kesana, dari Polda Jawa Timur 200 personil Brimob, kemudian dari Polda Sulawesi Selatan, Makassar itu 200 juga. Kita berharap bisa memberikan rasa aman disana,’’ ujarnya.
Terkait penyebab kerusuhan ini Anton kembali menegaskan penyebab kematian warga tersebut bukanlah karena dianiaya melainkan karena kecelakaan tunggal. Ini untuk membantah kabar yang menyebut, selain tabrakan korban dianiaya. ‘’Untuk masyarakat sana kita imbau kalau kasus itu murni kasus kecelakaan pribadi, jatuh sendiri. Bukan dianiaya bukan dipukuli, maka itu kita imbau kembali agar masing-masing kelompok, masing-masing pihak untuk menahan diri dan menyerahkan ke aparat,’’ tambahnya.
Sementara itu, Mabes Polri mengklaim telah berhasil melacak identitas para pengirim layanan pesan singkat (short messages service/SMS) bernada provokatif yang disebarkan sejumlah pihak yang diduga sebagai penyulut bentrok berdarah antar warga di Ambon. Polri kini tengah terus mengumpulkan sejumlah bukti untuk menjerat para penyebar SMS tersebut. ‘’Kita mengimbau yang mengirim-mengirim SMS dihentikan, dan sudah terlacak oleh kita. Jangan membuat situasi yang baik menjadi tidak baik,’’ ujar Kadiv Humas Polri Irjen (pol) Anton Bachrul Alam di Mabes Polri Jakarta, Senin (12/9), kemarin.
Mabes Polri menyebut bentrok yang telah menelan tiga korban jiwa itu berawal dari tabrakan tunggal seorang tukang ojek hingga meninggal dunia setelah menghantam benda keras.
Belakangan muncul kabar melalui SMS bahwa korban kecelakaan tewas karena dianiaya yang menyulut aksi balas dendam. Bentrok kemudian berlanjut hingga membuat warga panik dan lari ke pengungsian. ‘’Informasi itu berkembang, di-sms-kan. Oleh sms ini, masyarakat menanggapi benar dan sebagainya. Kita juga mengimbau kepada warga masyarakat di Ambon dan di luar untuk tidak memberikan informasi dan prvokasi. Ini sedang dilacak tim kita dari Mabes Polri, siapa-siapa yang mengirim SMS, membuat keonaran,’’ tambahnya. (jpnn)

  Komentar Terkini ( 0 Komentar )
   Baca Komentar    Tambah Komentar

  BACA JUGA
INDEKS RUBRIK   
KREATIVITAS SEKOLAH
Ikut Kompetisi Tingkat Nasional
PALOPO---- Dua siswa SMANsa Palopo yang tampil pada English Competition Tingkat Nasional, yang dilaksanakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bahasa Politekhnik Makassar, beberapa waktu lalu, lagi-lagi