Cari

 

 PAGE VIEW
OLAHRAGA
Play Off Bola Diundur Lagi
BELOPA --- Panitia play off Pra Porda cabang olahraga (cabor) sepakbola yang sebelumnya menjadwalkan laga play off digelar pada bulan Januari ini, kembali molor hingga Februari nanti. Play off yang recananya diikuti oleh

INFOTAINMENT
Agnes Monica Resmi Dikontrak Label Internasional
Jakarta--- Setelah sekian lama, akhirnya Agnes Monica membuktikan ucapannya untuk benar- benar Go International. Hal itu dibuktikan dengan dikontraknya Agnes oleh label internasional. Kabar tersebut disampaikan

DARI REDAKSI
Sukses, Jalan Sehat Demi Indonesia dan Senam Dahlan Style di Palopo
Dua event yang digelar PALOPO POS pada 8-9 Juni 2013 akhir pekan kemarin, yakni Lomba Dance Gangnam Style serta Jalan Sehat Demi Indonesia & Senam Dahlan Style, berlangsung sukses dan meriah.

SKPD Minim PAD, Wali Kota Bilang Maaf Saja
Lebih-lebih Kalau Korupsi...

73 Ribu Kades Bisa Terjerat Korupsi
Maaf Saja...

OPINI
Kamis, 03 May 2012, view 383 x
Kado untuk Buruh
Tanpa mengurangi penghargaan terhadap niat baik pemerintah, pemberian kado untuk kaum buruh dalam rangka peringatan Hari Buruh Sedunia 2012, Selasa kemarin, tidak istimewa kalau tidak dibilang alakadarnya. Tidak istimewa, karena kado tersebut tidak bersifat mendasar. Kado tersebut lebih merupakan polesan kosmetika terhadap masalah kesejahteraan buruh di dalam negeri. Sebagai polesan kosmetika, kado itu sekadar membuat masalah kesejahteraan buruh menjadi seolah-oleh lebih elok.
Seperti diungkapkan Mennakertrans Muhaimin Iskandar, kado pemerintah untuk kaum buruh di dalam negeri itu terdiri atas empat macam: batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) dinaikkan dari Rp 1,3 juta menjadi Rp 2 juta, pembangunan rumah sakit buruh di tiga titik (di Bekasi, Tangerang, dan Surabaya), pengadaan jasa transportasi murah di kawasan industri, serta pengadaan rumah murah. Toh, secara substantif, paket kado itu tidak serta-merta bakal membuat kehidupan buruh terbebaskan dari kondisi marginal atau subsisten.
Bagaimanapun, paket kado itu tidak bakal membuat kesejahteraan buruh berubah membaik secara signifikan. Artinya, dengan paket kado itu pun kehidupan buruh tetap saja belum benar-benar bisa mencapai tahap sejahtera menurut ukuran atau standar hidup berkelayakan sebagaimana bisa tecermin dari indikator-indikator kunci. Misanya pemenuhan kebutuhan atas makanan sehat dan bergizi, air bersih, listrik, sanitasi, rekreasi, juga pengembangan kapasitas dan potensi keluarga.
Jadi, sekali lagi, kado pemerintah itu sekadar membuat kesejahteraan buruh menjadi seolah-olah bakal membaik. Seolah-olah, karena kado itu tidak langsung mengubah kesejahteraan itu sendiri secara mendasar menjadi jauh lebih baik. Kado itu sekadar membuat kemasan kesejahteraan buruh tampak lebih elok. Dengan PTKP dinaikkan menjadi Rp 2 juta, misalnya, buruh seolah-olah bisa menikmati tambahan penghasilan. Padahal secara nominal, itu tidak serta-merta membuat mereka menjadi bisa menabung - justru karena tingkat upah mereka memang rendah. Kenaikan PTKP malah lebih menegaskan kenyataan bahwa upah buruh di dalam negeri secara umum belum memenuhi standar kebutuhan dasar.
Dalam perspektif lain, paket kado ini juga bisa menumbuhkan ketidakadilan di kalangan buruh. Ya, karena paket kado ini tidak mencakup seluruh buruh di Tanah Air. Soal fasilitas rumah sakit, misalnya, itu hanya bisa dinikmati oleh buruh di tiga wilayah di mana rumah sakit itu dibangun: Bekasi, Tangerang, dan Surabaya. Bagaimana dengan buruh di wilayah lain? Suka ataupun tidak suka, buruh di luar ketiga wilayah itu sekadar menjadi penonton! Nah, bukankah ini menggugah perasaan tidak adil?
Begitu juga dengan fasilitas transportasi murah yang hanya bisa dinikmati oleh buruh yang bekerja di kawasan industri. Padahal kenyataan di lapangan menunjukkan, buruh tak melulu terkonsentrasi di kawasan industri. Bahkan, boleh jadi, buruh di luar kawasan industri jauh lebih banyak. Kalau fasilitas transportasi murah sebatas diberikan kepada buruh di kawasan industri, jangan salahkan kalau buruh di luar itu memvonis kebijakan pemerintah bersifat diskriminatif.
Isu-isu sensitif seperti itu bisa mudah mencuat karena kado pemerintah tidak langsung memperbaiki substansi kesejahteraan buruh. Substansi itu adalah tingkat upah yang memadai. Dengan tingkat upah yang memadai, buruh otomatis bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar, termasuk soal kesehatan dan perumahan. Ini bukan berarti pembangunan fasilitas kesehatan dan perumahan murah bagi buruh tidak penting atau tidak relevan. Sebagai perangkat kesejahteraan, penyediaan fasilitas-fasilitas tersebut tetap punya urgensi. Tetapi semua itu bisa tidak optimal dimanfaatkan buruh jika tingkat penghasilan mereka tak cukup memadai untuk itu. Bahkan jika tingkat upah atau penghasilan buruh tidak menjadi landasan kuat bagi daya beli mereka, fasilitas rumah murah ataupun rumah sakit yang khusus disiapkan untuk buruh tetap saja tak bisa mereka jangkau.
Namun, bagaimanapun niat baik pemerintah memberikan kado kepada buruh ini tetap layak dihargai. Paling tidak, itu menunjukkan bahwa pemerintah masih memiliki kepedulian terhadap nasib buruh. Cuma, soalnya, kepedulian itu terasa setengah hati - karena tidak langsung merujuk kepada perbaikan kesejahteraan buruh secara mendasar.(*)

  Komentar Terkini ( 0 Komentar )
   Baca Komentar    Tambah Komentar

  BACA JUGA
INDEKS RUBRIK   
KREATIVITAS SEKOLAH
Ikut Kompetisi Tingkat Nasional
PALOPO---- Dua siswa SMANsa Palopo yang tampil pada English Competition Tingkat Nasional, yang dilaksanakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bahasa Politekhnik Makassar, beberapa waktu lalu, lagi-lagi