|
SENGKANG --- Pemerintah Kabupaten Wajo menyatakan permohonan maaf atas insiden
pemukulan yang diduga dilakukan anggota Satpol-PP kepada salah seorang wartawan.
Permohonan maaf diungkapkan Wakil Bupati Wajo, H Amran Mahmud, di ruang kerjanya disaksikan sejumlah wartawan dengan pihak Satpol-PP, Rabu 6 Juni 2012, kemarin.
Pada pernyataan damai kedua belah pihak mengakui kesalahan masing-masing, dan menganggap atas kejadian tersebut ada nilai pelajaran dan mengoreksi diri masing-masing.
Wakil Bupati Wajo, H Amran Mahmud, Sos, MSi, menyampaikan pernyataan maaf terkait terjadinya insiden pemukulan wartawan saat peliputan, dan berharap atas kejadian tersebut ada nilai tambah, serta diambil hikmahnya.
"Kami dari pihak pemerintah meminta maaf sekaitan adanya insiden semacam itu, dan kita juga tidak menyangka jumlah jamaah yang hadir pada peringatan isra mi'raj di lapangan Maradeka membludak, dan jauh-jauh hari kita tidak pernah berpikiran akan terjadi hal demikian, kemudian semestinya sebelum dimulai acara setidaknya kita siapkan batas untuk pengambilan gambar. Artinya, kita sterilkan. Dan mungkin dia sudah berteriak minggir jadi kita tidak mendengar karena ributnya suara dari banyaknya jamaah, kemudian mungkin juga dia tidak punya niat untuk memukul, hanya karena adanya dorongan sehingga terasa adanya pemukulan," katanya.
Jadi sekali lagi, lanjutnya, pihak pemerintah sangat menyayangkan terjadinya hal demikian. ''Dan, mudah-mudahan dengan kejadian tersebut, ada pelajaran besar bagi kedua belah pihak yang sedang bertugas, serta kita ambil hikmah dari kejadian tersebut untuk dijadiakn introspeksi diri masing-masing," tandasnya.
Muh Ilham, wartawan yang diduga korban pemukulan pada saat peliputan juga mengaku ada kekeliruan dan kekurangan dalam peliputan.
"Saya juga merasa keliru, jadi sebenarnya saya juga minta maaf atas kekeliruan, karena terus terang pada peliputan hanya memakai baju kaos serta pada waktu itu tidak memperlihatkan kartu identitas, dan apa yang disampaikan pak Wakil Bupati sangat kita hargai, dan mudah-mudahan ada hikmah di balik kejadian itu," ujarnya.
Sementara itu, Baharuddin, salah satu anggota Satpol PP yang diduga pelaku pemukulan, juga meminta maaf atas kehilapan dalam pelaksanaan tugas dalam pengamanan jumlah jamaah yang membludak di areal peringatan Isra Mi'raj.(cr5/ary/d)
|