Cari

 

 PAGE VIEW
OLAHRAGA
Play Off Bola Diundur Lagi
BELOPA --- Panitia play off Pra Porda cabang olahraga (cabor) sepakbola yang sebelumnya menjadwalkan laga play off digelar pada bulan Januari ini, kembali molor hingga Februari nanti. Play off yang recananya diikuti oleh

INFOTAINMENT
Agnes Monica Resmi Dikontrak Label Internasional
Jakarta--- Setelah sekian lama, akhirnya Agnes Monica membuktikan ucapannya untuk benar- benar Go International. Hal itu dibuktikan dengan dikontraknya Agnes oleh label internasional. Kabar tersebut disampaikan

DARI REDAKSI
Sukses, Jalan Sehat Demi Indonesia dan Senam Dahlan Style di Palopo
Dua event yang digelar PALOPO POS pada 8-9 Juni 2013 akhir pekan kemarin, yakni Lomba Dance Gangnam Style serta Jalan Sehat Demi Indonesia & Senam Dahlan Style, berlangsung sukses dan meriah.

SKPD Minim PAD, Wali Kota Bilang Maaf Saja
Lebih-lebih Kalau Korupsi...

73 Ribu Kades Bisa Terjerat Korupsi
Maaf Saja...

BERITA UTAMA
Sabtu, 09 Jun 2012, view 203 x
7 Desa Terisolir di Lutra
MASAMBA--- Luapan sungai Rongkong tiap tahun, membuat tujuh desa di Kecamatan Baebunta terancam terisolir.Ketujuh desa yang terancam itu akibat luapan sungai Rongkong yakni Tarobo, Lara, Beringin Jaya, Lembanglembang, Lawewe, Mekar Sari Jaya, dan Mukti Jaya.
Adapun di Desa Lembanglembang, ratusan warga di daerah itu sudah terisolir sejak beberapa tahun lalu. Desa ini merupakan langganan banjir sepanjang tahun. Untuk keluar dari desanya, warga menggunakan katinting (perahu kecil). Aktivitas warga lebih banyak berdiam diri karena lahan pertaniannya terendam air sepanjang tahun.
Selain, akibat pergeseran Sungai Rongkong di Luwu Utara, Dusun Melati Desa Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta terancam hilang. Saat ini, ada sekitar 55 Kepala Keluarga (KK) di daerah tersebut yang mengungsi ke daerah lain. Sedangkan di Desa Lembanglembang, ratusan warga di daerah itu sudah terisolir sejak beberapa tahun lalu.
''Jalur sungai sudah masuk ke pemukiman penduduk. Jika tidak ada penanganan secepatnya, Desa Beringin Jaya akan habis,'' kata Kepala Desa (Kades) Beringin Jaya, Ansyar Kanda.
Menurut Ansyar, kerugian yang diderita warganya akibat bencana banjir beberapa waktu lalu mencapai Rp3 Miliar. Pasar, rumah ibadah, jembatan dan sekolah semuanya sudah rusak terkikis air.
Kondisi ini terjadi sejak awal tahun 2011. Satu per satu warga yang rumahnya dekat dengan bantaran sungai mulai membongkar rumahnya dan mengungsi ke daerah yang aman.
Ansyar mengaku beberapa waktu lalu, Tim dari Balai Besar Provinsi Sulsel datang ke daerahnya.
Menurut dia, tim tersebut akan membangun turap pancang guna menghentikan pergeseran air.
''Mudah-mudahan tiang yang dijanjikan segera dibangun,'' harapnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Luwu Utara, Andi Eviana mengatakan, pihaknya sudah meninjau lokasi dan sementara mengajukan proposal ke pemerintah provinsi dan pusat untuk mendapatkan bantuan.

''Untuk melakukan normalisasi sungai diperlukan dana ratusan miliar. APBD kita tentu tidak mampu,'' kata Andi Evi saat melakukan peninjauan ke lokasi.
Eviana mengestimasi, dana yang dibutuhkan untuk menormalisasi sungai-sungai besar di Luwu Utara mencapai ratusan miliar. Menurutnya, yang perlu dilakukan saat ini adalah melakukan pengerukan sehingga sungai bisa kembali ke jalur yang semula.
Di Kabupaten Luwu Utara terdapat 8 sungai besar. Tiga diantaranya yang sering bermasalah adalah Sungai Rongkong, Baliase, dan Bone-bone.
Evi mengatakan pihaknya sudah mengajukan permintaan bantuan Rp150 miliar ke Provinsi Sulsel.
''Kami sudah mengajukan permintaan dana sebesar Rp150 Miliar, tapi dananya belum turun,'' ungkapnya.
Soal banjir yang terus mengintai penduduk di Kecamatan Baebunta itu, membuat anggota Komisi VIII DPR RI, Amran SE terjun langsung.
Menurutnya, dirinya telah menyampaikan langsung kondisi masyarakat di beberapa desa akibat bencana yang terjadi di Luwu Utara kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dr Syamsul Maarif.
Tindakan itu dilakukan agar BNPB betul-betul memperhatikan daerah itu secepatnya.
''Saya sudah menghubunginya langsung via telpon dan melaporkan keadaan di Luwu Utara seperti yang telah dimuat di media lokal. Dia mengatakan kalau akan memperhatikan secepatnya,'' kata Amran.
Amran juga berjanji dalam waktu dekat akan mengunjungi Luwu Utara bersama dengan beberapa direktur di BNPB, seperti Direktur Bantuan Darurat atau Direktur Pengurangan Risiko Bencana.
''Kita upayakan, agar pihak BNPB bisa melihat langsung kondisi yang ada dilapangan. Itu agar supaya, pihaknya bisa betul-betul paham dengan kondisi di masyarakat,'' tuturnya.
Pada RDP mendatang, dirinya juga akan mengusulkan secara lembaga agar nantinya penanganan bencana di Luwu Utara bisa dilakukan secara konfrehensif. Sebab, jika hanya diselesaikan satu-satu, tidak akan bisa menyelesaikan persoalan yang ada. (sms/uce)

  Komentar Terkini ( 0 Komentar )
   Baca Komentar    Tambah Komentar

  BACA JUGA
INDEKS RUBRIK   
KREATIVITAS SEKOLAH
Ikut Kompetisi Tingkat Nasional
PALOPO---- Dua siswa SMANsa Palopo yang tampil pada English Competition Tingkat Nasional, yang dilaksanakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bahasa Politekhnik Makassar, beberapa waktu lalu, lagi-lagi