|
LUTRA -- Suksek meraih prestasi yang luar biasa pada penganugerahan otonomi award Fajar
Institute of Pro Otonomi (FIPO) Sabtu 30 Juni lalu, di Hotel Sahid, Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi
tetao mengingatkan kepada SKDP untuk selalu berinovasi kreatif.
Luwu Utara kembali merebut Grand Fipo Award Kategori Pelayanan Publik dan Meraih Silver Fipo Award Kategori Penguatan Ekonomi Lokal Lembaga Pengembangan Ekonomi Pesisir, dan Pelayanan Kesehatan melalui Arisan Jamba, dengan diraihnya Grand Fipo Award tahun 2012.
Artinya Luwu Utara telah berhasil mempertahankan Grand FIPO yang ke tiga kalinya secara berturut turut, tahun 2010, 2011, hingga 2012.
Bupati Luwu Utara, H Arifin Junaidi melalaui Kabag Humas dan protokoler Hakim Bukara, yang ditemui usai penerimaan Grand Fipo award mengatakan, bahwa apa yang diraih ini adalah kerja keras yang dilakukan Pemkab Luwu Utara bersama masyarakat, ini adalah buktinya bahwa Pemkab Luwu Utara bekerja, karena yang menilai adalah tim independen yang telah teruji.
"Karena itu kepada SKPD yang lainnya untuk bisa menciptakan inovasi kreatif. Diraihnya Grand Fipo Award pada pelayanan publik ini membuktikan komitmen Pemkab Luwu Utara dalam meningkatkan kualitas pelayana publik yang transparan, akuntabel, dalam sistem pengadaan barang dan jasa, melalui tender online. Ini membuktikan bahwa sitem tender online ini dinalai sebagai sistem yang sangat terpercaya, karena sistem menghindarkan kita dari unsur KKN," tutur bupati.
Tidak ketinggalan, bupati juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu hingga sukses meraih kembali sejumlah penghargaan ini. "Mari kita tingkatkan kerjasama yang baik dan bekerja secara ikhlas guna kemajuan dan kesejahtraan daerah kita," tandasnya.
Untuk diketahui, Kabupaten/Kota peraih penghargaan terbanyak antara lain Luwu Utara, Bantaeng, Parepare, dan Selayar. Luwu Utara meraih tiga penghargaan yakni Grand Award dengan terobosan paling menonjol di bidang pelayanan publik dan dua silver award, masing-masing dalam bidang pelayanan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Daerah yang dipimpin Arifin Junaidi ini mengalahkan Bantaeng yang tahun lalu mendapat tiga penghargaan. Kali ini, Bantaeng hanya meraih dua penghargaan yakni Grand Trophy dengan terobosan paling menonjol dalam bidang pertumbuhan ekonomi, dan silver trophy dalam bidang pemerataan ekonomi.
Bukan hanya Luwu Utara dan Bantaeng dan berprestasi. Kota Parepare juga mencukupkan tiga peraih Grand Trophy untuk kategori terobosan paling menonjol dalam bidang performa politik. Parepare juga meraih Silver Trophy di bidang partisipasi publik.
Kabupaten lain yang mendapat silver trophy adalah Selayar. Kabupaten kepulauan ini mendapat penghargaan di bidang pertumbuhan ekonomi karena mampu meningkatkan produktivitas pertanian dengan menambah areal persawahan. Selayar juga menjadi kabupaten inspiratif karena melakukan terobosan dalam pembangunan infrastruktur desa dengan menyalurkan 10 pesen dana alokasi khusus (DAK) sebelum dikurangi belanja pegawai.
Enam Kabupaten/Kota lain perain silver trophy lainnya adalah Jeneponto untuk inovasi bidang pendidikan, Luwu Timur di bidang pelayanan administrasi kependudukan, Makassar di bidang akuntabilitas publik, Maros di bidang lingkungan hidup, dan Enrekang di bidang pengentasan kemiskinan.
Sepanjang perjalanannya, FIPO yang hadir sejak 2008 silam, dinilai telah ikut membawa iklim yang baik untuk pengembangan otonomi daerah. Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu'mang, menjelaskan, cukup banyak penghargaan terkait prestasi pemerintah yang diraih sejumlah Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Selatan dalam beberapa tahun terakhir.
"Pemerintah Sulsel mendapat predikat kedua pemerintah daerah terbaik, beberapa Kabupaten/Kota yang mendapat penghargaan nasional seperti Enrekang, Gowa, Luwu Utara dan Kota Makassar," ujar dia.
Malam anugerah tersebut ikut dihadiri Kepala Badan Diklat Kementerian Dalam Negeri, Ir Tirmizi, Chairman Fajar Group, HM Alwi Hamu, CEO PT Media FAJAR, Syamsu Nur, serta sejumlah bupati dan wali kota se Sulawesi Selatan. (jun/him/d)
|