Cari

 

 PAGE VIEW
OLAHRAGA
Play Off Bola Diundur Lagi
BELOPA --- Panitia play off Pra Porda cabang olahraga (cabor) sepakbola yang sebelumnya menjadwalkan laga play off digelar pada bulan Januari ini, kembali molor hingga Februari nanti. Play off yang recananya diikuti oleh

INFOTAINMENT
Agnes Monica Resmi Dikontrak Label Internasional
Jakarta--- Setelah sekian lama, akhirnya Agnes Monica membuktikan ucapannya untuk benar- benar Go International. Hal itu dibuktikan dengan dikontraknya Agnes oleh label internasional. Kabar tersebut disampaikan

DARI REDAKSI
Sukses, Jalan Sehat Demi Indonesia dan Senam Dahlan Style di Palopo
Dua event yang digelar PALOPO POS pada 8-9 Juni 2013 akhir pekan kemarin, yakni Lomba Dance Gangnam Style serta Jalan Sehat Demi Indonesia & Senam Dahlan Style, berlangsung sukses dan meriah.

SKPD Minim PAD, Wali Kota Bilang Maaf Saja
Lebih-lebih Kalau Korupsi...

73 Ribu Kades Bisa Terjerat Korupsi
Maaf Saja...

MAKALE & RANTEPAO
Sabtu, 25 Aug 2012, view 1213 x
Ma'nene, Ritual Mengganti Baju Mayat di Toraja Utara
Sekali dalam 3 Tahun, Keluarga Ingat Kepada Nenek Moyangnya
BERBAGAI cara dilakukan masyarakat untuk menghormati leluhur. Satu yang unik, seperti yang dilakukan masyarakat suku Toraja di Kabupaten Toraja Utara jelang musim tanam. Yakni dengan cara mengganti pakaiandari mayat keluarga yang ditempatkan di dalam kuburan, atau yang dikenal masyarakat setempat dengan Upcara Ma'nene.
--------------------------------------------------

Oleh : IDRIS PRASETIAWAN

--------------------------------------------------
KAMIS 23 Agustus 2012, pagi, pukul 07:15 Wita, usai sarapan di sekitar Pasar Lama Kota Palopo, penulis bersama dengan beberapa rekan jurnalis, baik dari media televisi, online, dan cetak langsung bertolak menuju Rantepao, Ibukota dari Kabupaten Toraja Utara. Dengan mengendarai mobil salah seorang sahabat rekan media, perjalanan dari Kota Palopo sampai ke Rantepao ditempuh dengan waktu 1,5 jam.
Cuaca hari itu boleh dikata cukup bersahabat, dimana tidak ada hujan ataupun kabut yang dijumpai selama perjalanan. Usai beristirahat sejenak di Rantepao, perjalanan dilanjutkan menuju tempat lokasi upacara ritual Ma'nene yang dilakukan di Lembang Poton, Kecamatan Sariale. Jarak menuju lokasi tersebut boleh dikata cukup jauh, yakni 28 km dari pusat Kota Rantepao dengan melewati jalan aspal berbatu dan pendakian ekstrim. Sekali-kali gardan dan bamper belakang mobil yang kami tumpangi kandas. Lebar jalannya pun hanya cukup untuk dilalui satu mobil. Saat berpapasan dengan mobil, salah satunya harus mengalah dan menepi.
Meskipun kondisi jalanan yang sangat memprihatinkan, namun kesan itu terobati dengan adanya pemandangan dari terasering arel persawahan di Toraja Utara. Lahan sawah seperti ini cocok dilakukan pada daerah yang barbatu dan berbukit, seperti di Toraja Utara. Keindahan alam seperti ini yang merupakan ciri has dari Kabupaten Toraja Utara, untuk itu peran perbaikan infrastruktur jalan oleh pemerintah setempat sangat perlu diperhatikan, sebab banyak turis mancanegara berkunjung ke kabupaten termuda di Sulsel ini setiap tahunnya. Akses menuju ke sana bisa dengan angkutan umum jenis minibus L300 dengan sewa Rp50 ribu atau menggunakan ojek motor yang tarifnya Rp50 ribu siang hari dan Rp150 ribu malam hari, itupun hanya sampai pukul 19.00 Wita, lewat dari itu maka tidak akan dilayani.
Sekitar pukul 12:14 Wita, kami pun tiba di rumah keluarga besar yang akan melaksanakan ritual Ma'nene. Dengan udara sejuk yang lahan dan hawanya sangat cocok untuk pertanian, tuan rumah menyuguhi kami dengan kopi hitam has Toraja untuk mengusir angin masuk dalam tubuh.
Kuburan atau yang dikenal dengan nama "Patane" keluarga dilaksanakannya ritual tiga tahunan ini tidak terlalu jauh, berada di pinggir jalan poros. Dengan berbatasan Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat disebelah Barat.
Dalam ritual Ma'nene atau yang dapat diartikan mengganti pakaian mayat yang ada di dalam kuburan dan liang batu tidak terlalu serumit dengan upacara kematian 'Rambu Solo'. Cukup dengan membuka pakaian lama kemudian seluruh tubuh mayat yang diawetkan dibersihkan menggunakan kuas khusus, selanjutnya dikenakan pakaian yang baru dan dikembalikan kedalam kuburan.
Ritual Ma'nene yang kami ikuti dilakukan pada 3 mayat keluarga, yaitu diawali dari kakek buyutnya bernama Piter Sampe Sambara' yang berusia 100 tahun lebih saat meninggal pada tahun 2003 lalu. Kedua Ne'Bose yang meninggal di usia 80 tahun pada 5 tahun silam, dan terakhir Ne'Martha Bu'tu, kakak dari Piter Sampe Sambara' sehingga umurnya diperkirakan lebih dari 110 tahun saat meninggal 40 tahun lalu.
Pieter Rayub, tokoh masyarakat Lembang Poton yang juga keluarga pelaksana ritual Ma'nene menjelaskan, bahwa prosesi tersebut sudah berlangsung sejak jaman dahulu. Yang waktu pelaksanaannya tergantung dari kesepakatan bersama lewat musyawarah desa antara pemuda dan tokoh masyarakat. Maka disepakatilah 3 tahun sekali dilakukan. Tujuannya agar keluarga besar yang perantauan bisa datang menjenguk orang tua atau Nene To'dolo (nenek moyang), juga untuk mempererat hubungan silaturahmi orang perantau dengan orang tua yang masih hidup atau yang sudah meninggal agar lebih mengingat kampung halamannya.
Adapun kaitannya dengan proses awal mula turun menanam ke sawah, Ma'nene dilakukan sebelum musim tanam dimulai atau sesudah memotong padi, yang hasil panen tersebut digunakan dalam prosesi tersebut.
Prosesi Ma'nene sendiri dimulai dari rapat kampung dengan pemuda dan tokoh masyarakat bahwa pekan ini akan dilakukan sebelum musim tanam dimulai. Dari hasil musyawarah kampung tersebut, maka keluarga yang di perantauan langsung dihubungi agar datang dan ikut Ma'nene.
Sebelum kuburan dibuka, Ne'Tomina Lumba, petua adat terlebih dahulu melantunkan bacaan dalam Bahasa Toraja terdahulu, yang tujuannya untuk memberikan ucapan selamat datang dan keberkahan buat musim tanam.
Ne'tomina sendiri merupakan gelar adat yang diberikan kepada tetua kampung, dimana artinya adalah seorang imam atau pendeta.
Setelah kuburan dibuka, para pemuda selanjutnya mengeluarkan peti mayat secara berbondong-bondong. Dengan kehati-hatian mayat yang masih utuh tersebut diangkat dari peti lalu diberdirikan, selanjutnya mengganti pakaian yang lama dengan pakaian yang baru. Berbagai aksesoris pun tak luput dikenakan, seperti kacamata, gelang, dan kalung.
Piter Sampe Sambara' salah satu mayat yang pakaian lamanya diganti dengan baju batik lengan panjang, jas, celana kain, ikat pinggang, kacamata, dan sebatang rokok. Maksud dari pemberian aksesoris tersebut oleh adat setempat agar arwah nenek moyang tersebut bisa menikmati.
Prosesi untuk mengganti satu mayat tidaklah lama, hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Yang selanjutnya berpindah ke kuburan lainnya. Usai melakukan Ma'nene, para masyarakat kampung di Lembang Poton kemudian berkumpul mengadakan acara makan. Yang mana setiap keluarga menyumbangkan hewan sesuai kemampuannya, dan ritual terakhir ditutup dengan acara si semba' yang artinya menendang, tujuannya agar terjalin kebersamaan.(*/ary)




  Komentar Terkini ( 0 Komentar )
   Baca Komentar    Tambah Komentar

  BACA JUGA
INDEKS RUBRIK   
KREATIVITAS SEKOLAH
Ikut Kompetisi Tingkat Nasional
PALOPO---- Dua siswa SMANsa Palopo yang tampil pada English Competition Tingkat Nasional, yang dilaksanakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bahasa Politekhnik Makassar, beberapa waktu lalu, lagi-lagi