|
JAUH dari keluarga, tidak membuat sosok Female kita ini, bersedih. Malah, dalam menjalankan
rutinitasnya sebagai Jaksa di Belopa, Sri Suryaningsih, SH, MH, justru menjadikannya sebagai
pemompa semangat untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.
Makanya, tugas-tugasnya dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Usai melaksanakan tugasnya selama lima hari, barulah dia menyempatkan dirinya bertemu keluarga di Makassar.
''Rata-rata keluarga saya di Makassar. Malah, anak saya yang berusia satu tahun pun tinggal di Makassar karena di Belopa tidak ada yang menjaganya. Begitu juga suamia saya,'' katanya.
Pola hidup yang dilakoninya ini, mulai dilakukan sejak 2008 sampai sekarang. Meski begitu, ia tetap semangat melaksanakan tugasnya dengan baik.
Menjalani profesi sebagai jaksa selama kurang lebih 10 tahun, tak membuatnya sombong atau angkuh. Bermacam - macam kasus sudah pernah ditanganinya.
Mottonya, pekerjaan itu adalah ibadah. Sehingga dapat dilaksanakan dengan sepenuh hati. Sehingga, tak menjadi beban bagi dirinya dan betul-betul dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab baik kepada pimpinan maupun kepada Tuhan.
''Jadi tugas yang ada kita emban harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan tak boleh seenaknya,'' kata Ibu, kelahiran 4 Februari 1977 ini.
Sri, begitu panggilan akrab Sri Suryaningsih, mulai melakoni pekerjaannya sebagai jaksa, awal tahun 2002. Ia pertama kali ditugaskan di Kejari Sungguminasa, kemudian dipindahkan ke Kejari Makassar. Tahun 2008, Sri pun memulai kerjanya di Belopa, Luwu.
Ia menyelesaikan kuliah S1 di salah satu Universitas di Jawa, dan melanjutkan magister (S2) di Makassar UNHAS dengan jurusan hukum sesuai dengan pekerjaannya.
''Meski sibuk, masih sempat melanjutkan kuliah di Unhas. Kami syukuri itu semua, apalagi keluarga sangat mendukung,'' kata Sri yang hobi travelling ini. (cr3/uce/t)
|