Cari

 

 PAGE VIEW
OLAHRAGA
Play Off Bola Diundur Lagi
BELOPA --- Panitia play off Pra Porda cabang olahraga (cabor) sepakbola yang sebelumnya menjadwalkan laga play off digelar pada bulan Januari ini, kembali molor hingga Februari nanti. Play off yang recananya diikuti oleh

INFOTAINMENT
Agnes Monica Resmi Dikontrak Label Internasional
Jakarta--- Setelah sekian lama, akhirnya Agnes Monica membuktikan ucapannya untuk benar- benar Go International. Hal itu dibuktikan dengan dikontraknya Agnes oleh label internasional. Kabar tersebut disampaikan

DARI REDAKSI
Sukses, Jalan Sehat Demi Indonesia dan Senam Dahlan Style di Palopo
Dua event yang digelar PALOPO POS pada 8-9 Juni 2013 akhir pekan kemarin, yakni Lomba Dance Gangnam Style serta Jalan Sehat Demi Indonesia & Senam Dahlan Style, berlangsung sukses dan meriah.

SKPD Minim PAD, Wali Kota Bilang Maaf Saja
Lebih-lebih Kalau Korupsi...

73 Ribu Kades Bisa Terjerat Korupsi
Maaf Saja...

MALILI
Senin, 08 Oct 2012, view 371 x
Pengusaha Setor Rp.2,7 Juta Perbulan.
Camat Malili Dituding Pungli
MALILI---Sejumlah pengusaha ikan di Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Malili mengeluhkan adanya pungutan yang dilakukan Camat Malili, Noviy A. Syahriani S, STP, MSI, melalui staf di kantor kecamatan sebesar Rp150 perkilogram untuk setiap ikan yang diangkut dari PPI serta Rp500 untuk udang hitam.
Andi, seorang perwakilan pengusaha, kepada Palopo Pos, Minggu 7 Oktober kemarin, mengatakan, pungutan liar ini sudah berlangsung sejak lama. Besarannya bahkan mencapai Rp200 perkilogram untuk ikan serta Rp.600 perkilo untuk udang. Hanya saja, sejak tahun 2010 pemerintah menurunkan besaran biaya retribusi. ''Saya sangat keberatan dengan besaran retribusi tersebut karena dalam sebulan meraka harus menyetor sampai Rp2,7 Juta,''terang Andi.
Andi mengaku keberatan karena dalam satu kali angkut mereka memungut sekitar Rp215 ribu, sementara dalam sebulan pengusaha biasanya mengangkut 12 sampai 13 kali.
Masalah tersebut terungkap karena adanya surat teguran yang dikeluarkan oleh Camat Malili nomor : 600/409//KM/IX/2012 akibat sikap Andi yang tidak membayar retribusi yang menurut pihak kecamatan hal tersebut berdasarkan Perda nomor 20 tahun 2011. Didalam surat edaran itu juga tertulis apabila Andi tidak mampu untuk membayar besarnya retribusi maka dirinya harus berhenti untuk melakukan kegiatan atau mengambil ikan di tempat tersebut.
Oleh itu, Andi langsung melaporkan ke tim investigasi dari Yayasan Lembaga Konsumen dan Tenaga Kerja (YLKI-TK) Tana Luwu. Makanya, YLKI-TK akan mendampingi para pengusaha tersebut agar mendapat kejelasan terkait pungutan tersebut.
Ketua Tim Investigasi YLKI-TK, Saenal Sibulo menyatakan bahwa Andi telah melaporkan masalah tersebut kepda pihaknya sehinggga YLKI-TK akan melakukan pendampingan terhdap para pengusaha terkait maslah tersebut.
"Kami akan dampingi para pengusaha tersebut, sebagai langkah awal kami telah meminta DPRD Luwu Timur agar segara melakukan hearing," paparnya.
Menurutnya, pungutan ini tergolong Pungli. Sebab, pada 5 Januari 2010 lalu, menteri dalam negeri telah mengeluarkan surat edaran Nomor : 188.34/17/SJ tentang penataan peraturan daerah tentang pajak daerah dan retribusi daerah. Pada poin tiga saurat edaran itu menyebutkan bahwa Perda yang mengatur penerimaan sumbangan pihak ketiga harus segera dihentikan agar tidak menimbulkan biaya tinggi serta menghambat peningkatan iklim investasi.
Olehnya itu YLKI TK sendiri akan memasukkan surat permohonan hearing hari ini dan meminta jadwal hearing digelar pada Rabu mendatang dengan menghadirkan semua pihak terkait untuk duduk bersama membahas masalah tersebut.
Semenatara itu, Camat Malili, Noviy A. Syahriani saat dimintai tanggapan terkait hal tersebut mengaku masih dalam perjalanan. "Saya sementara dalam perjalanan nanti saya hubungi," kepada koran ini. (cr8/din/d)

  Komentar Terkini ( 0 Komentar )
   Baca Komentar    Tambah Komentar

  BACA JUGA
INDEKS RUBRIK   
KREATIVITAS SEKOLAH
Ikut Kompetisi Tingkat Nasional
PALOPO---- Dua siswa SMANsa Palopo yang tampil pada English Competition Tingkat Nasional, yang dilaksanakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bahasa Politekhnik Makassar, beberapa waktu lalu, lagi-lagi