Cari

 

 PAGE VIEW
OLAHRAGA
Play Off Bola Diundur Lagi
BELOPA --- Panitia play off Pra Porda cabang olahraga (cabor) sepakbola yang sebelumnya menjadwalkan laga play off digelar pada bulan Januari ini, kembali molor hingga Februari nanti. Play off yang recananya diikuti oleh

INFOTAINMENT
Agnes Monica Resmi Dikontrak Label Internasional
Jakarta--- Setelah sekian lama, akhirnya Agnes Monica membuktikan ucapannya untuk benar- benar Go International. Hal itu dibuktikan dengan dikontraknya Agnes oleh label internasional. Kabar tersebut disampaikan

DARI REDAKSI
Sukses, Jalan Sehat Demi Indonesia dan Senam Dahlan Style di Palopo
Dua event yang digelar PALOPO POS pada 8-9 Juni 2013 akhir pekan kemarin, yakni Lomba Dance Gangnam Style serta Jalan Sehat Demi Indonesia & Senam Dahlan Style, berlangsung sukses dan meriah.

SKPD Minim PAD, Wali Kota Bilang Maaf Saja
Lebih-lebih Kalau Korupsi...

73 Ribu Kades Bisa Terjerat Korupsi
Maaf Saja...

BERITA UTAMA
Selasa, 04 Jun 2013, view 295 x
Mapolres Poso Diteror Bom Bunuh Diri
Polres Luwu Raya-Toraja Siaga
PALOPO --- Menyusul aksi bom bunuh diri di Mapolres Poso, Senin 3 Juni 2013, sekitar pukul 08.03 Wita, kemarin, Polres di Luwu Raya dan Tana Toraja siaga dan meningkatkan kewaspadaan.Setiap orang yang masuk kantor polisi, baik di Polres Luwu, Polres Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur dan Tana Toraja pasca teror bom bunuh diperiksa identitas dan harus melapor ke pos penjagaan. ''Anggota polisi yang jaga diminta untuk meningkatkan kewaspadaannya dan tidak boleh lengah. Ini adalah bentuk siaga kita menyikapi aksi bom bunuh diri di Mapolres Poso,'' ujar Kapolres Luwu, AKBP Alan G Abast, saat dihubungi Palopo Pos, Senin 3 Juni 2013, malam tadi.
Tidak hanya di kantor Polres Luwu, Kapolres Alan G Abast mengimbau pula polsek se-Kabupaten Luwu mulai dari Larompong sampai Walenrang-Lamasi (Walmas) untuk tetap siaga dan meningkatkan kewaspadaannya. ''Tanpa ada telegram pun dari pusat kesiagaan memang harus dilakukan dengan adanya kasus Poso tersebut,'' ujarnya, seraya menyebutkan, sebelum kasus Poso meledak jajaran Polres Luwu sudah aktif melakukan sweeping dan dilakukan di malam libur.
Dalam aksi bom bunuh diri di Mapolres Poso, Sulawesi Tengah, Senin 3 Juni 2013, pagi kemarin, sekitar pukul 08:03 WITA, sungguh mengejutkan masyarakat Poso dan tidak disangka bom bunuh diri akan terjadi di kantor polisi.
Informasi yang diterima Mabes Polri menyebutkan kondisi tubuh pelaku bom bunuh diri dalam keadaan hancur. Namun di bagian wajah kemungkinan masih bisa dikenali karena tidak terlalu rusak.
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjenpol Suhardi Alius mengatakan tim gabungan dari Mabes Polri dan Polda Sulawesi Tengah sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus bom bunuh diri di Mapolres Poso.
Dia menyebutkan, kejadian yang terjadi sekitar pukul 08.03 WITA tadi pagi itu bermula saat seseorang yang diidentifikasi sebagai pelaku bom bunuh diri itu datang menggunakan sepeda motor ke Mapolres Poso.
"Pelaku menggunakan motor roda dua Yamaha Jupiter, masuk ke dalam Polres Poso melintasi pos penjagaan. Dia sempat diingatkan oleh petugas tapi tetap jalan terus," kata Suhardi Alius di Mabes Polri, Senin 3 Juni 2013.
Nah, beberapa kemudian antara pos penjagaan dengan masjid yang berjarak sekitar 15 meter itu langsung terjadi ledakan dalam dua gelombang.
"Bermula terdengar ledakan kecil, yang diikuti ledakan besar. Tidak ada korban kecuali pelaku bunuh diri. Memang ada satu petugas bangunan mengalami luka di bagian tangan kiri," jelas Suhardi.
Saat ini tim yang diturunkan Mabes Polri dan Polda Sulteng sedang melakukan olah TKP untuk mendapat identifikasi pelaku maupun identifikasi bom yang digunakan pelaku.
Polres Palopo juga meningkatkan kesiagaanya untuk mengantisipasi adanya aksi semacam ini. Meski Polres Palopo mengaku tidak melakukan penjagaan khusus untuk antisipasi kasus itu, namun pihak intel Polres tetap meningkatkan pemantauan di luar untuk melihat kondisi lapangan.
Kapolres Palopo, AKBP Muh Guntur Tanjung, mengatakan, pihaknya tetap melakukan antisipasi dengan meningkatkan pemantauan intel di lapangan. Juga aparat yang berjaga di Mapolres kesigaannya diimbau untuk ditingkatkan.
''Meski kami tidak melakukan penjagaan secara khusus mengenai antisipasi mengenai kasus yang terjadi di Poso, namun kami tetap memasang intel di setiap sudut kota untuk mengantisipasi segala sesuatu yang dikhawatirkan bisa terjadi,'' ujarnya, Senin 3 Juni 2013, malam tadi.
Dikatakannya, dirinya berharap agar peristiwa di Poso tidak terjadi di kota ini. "Kita berdoa saja, supaya kejadian seperti itu tidak terjadi di sini. Semoga Palopo tetap aman terkendali. Saya rasa, harapan kita semua sama," katanya.
Hal lain yang mesti diantisipasi, terutama kepada para pendatang, yang tinggal di rumah kontrakan dan kos-kosan. Apalagi, Kota Palopo saat ini banyak dihuni pendatang.
"Kepada aparat pemerintah setempat seperti RT/RW, dapat membantu kepolisian memberikan informasi jika ada warga yang mencurigakan. Namun yang paling penting adalah, peran serta kerja sama masyarakat itu sendiri," imbuh kapolres.
Penjagaan ekstra ketat pasca teror bom bunuh diri di Poso tampak terlihat di Polres Luwu Timur. Salah satu desa, yakni Desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutana yang berbatasan langsung dengan Sulawesi Tengah dijaga ketat aparat kepolisian.
Kapolres Luwu Timur, AKBP Rio Indra Lesmana, mengatakan, pasca ledakan bom bunuh diri di Mapolres Poso, pihaknya langsung menurunkan personilnya untuk melakukan penjagaan ekstra ketat di perbatasan tersebut.
Polres Luwu Timur juga melakukan razia terhadap pengguna jalan di poros Kasintuwu. ''Termasuk warga yang datang ke kantor diperiksa oleh anggota jaga. Dan, kepada petugas yang jaga kantor diimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya, termasuk polsek se-Luwu Timur diminta untuk waspada,'' tandas kapolres Luwu Timur. Hal yang sama juga terlihat di Polres Luwu Utara. Mereka juga siaga dan meningkatkan kewaspadaannya.
Dari Tana Toraja dilaporkan bahwa pasca bom bunuh diri di Mapolres Poso, Polres Tana Toraja melakukan penjagaan ketat.
Berdasarkan pantauan Palopo Pos, semua pengunjung yang akan memasuki halaman Polres Tana Toraja, diperiksa oleh petugas jaga di depan pintu masuk Mapolres. Tidak hanya itu, setiap barang bawaan pengunjung pun diperiksa satu per satu, baik tas, jaket hingga isi di dalam jok motor. Petugas memeriksa barang bawaan pengunjung menggunakan metal detector.
"Maaf Bang, ini prosedur, kami harus memeriksa dulu tasnya. Mohon jaketnya juga dibuka,” ujar seorang petugas di pintu masuk.
Ketika ditanya soal prosedur yang tak biasa itu, seorang polisi hanya menjawab bahwa pemeriksaan itu merupakan instruksi langsung dari Kapolres. Pada hari-hari sebelumnya, tidak ada pemeriksaan seketat itu kepada para pengunjung. Masyarakat yang hendak mengurus keperluan maupun membesuk tahanan hanya melapor di setral pelayanan kepolisian (SPK) lalu masuk ke Mapolres.
Kapolres Tana Toraja, AKBP Yudi AB Sinlaeloe, S.IK, yang dikonfirmasi mengenai peningkatan penjagaan di Mapolres, menyatakan hal itu dilakukan menyusul adanya aksi bom bunuh diri yang dilakukan pria tak dikenal di Mapolres Poso pada Senin 3 Juni kemarin.
''Ini upaya preventif untuk mengantisipasi terjadinya peristiwa itu di sini,” jelas Kapolres.
Kapolres mengatakan, selain memperketat pengamanan di Mapolres, pihak kepolisian juga meningkatkan kewaspadaan di Polsek maupun di pos-pos lalulintas, yang ada di Makale dan Rantepao. Polisi juga memperketat penjagaan di pintu masuk (perbatasan) Tana Toraja dengan Kabupaten Enrekang di Salubarani maupun di perbatasan Toraja Utara dengan Kota Palopo di Kaleakan.
“Pintu masuk ke Tana Toraja dan Toraja Utara, juga kita perketat,” tegasnya.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 1414 Tana Toraja, Letkol Inf. Buang Andri Aprianus, yang dicegat wartawan saat keluar dari ruangan video converence di Mapolres, membenarkan bahwa aparat keamanan, baik Polri maupun TNI, meningkatkan kewaspadaan menyusul aksi bom bunuh diri yang terjadi di Mapolres Poso.
“Tidak dibicarakan secara resmi dalam VC (video converence), tetapi memang informasi soal ledakan di Poso itu kita bicarakan di dalam. Aparat keamanan, baik Polri maupun TNI harus melakukan tindakan antisipatif,” ujar Dandim.
Selain memperketat pengamanan di markas masing-masing, Dandim mengatakan, pihak Polres dan Kodim akan melakukan patroli bersama dalam rangka menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Tana Toraja dan Toraja Utara.(rp3-rp6-him/ary/t)

  Komentar Terkini ( 0 Komentar )
   Baca Komentar    Tambah Komentar

  BACA JUGA
INDEKS RUBRIK   
KREATIVITAS SEKOLAH
Ikut Kompetisi Tingkat Nasional
PALOPO---- Dua siswa SMANsa Palopo yang tampil pada English Competition Tingkat Nasional, yang dilaksanakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bahasa Politekhnik Makassar, beberapa waktu lalu, lagi-lagi