|
WALMAS-- Calon siswa baru tingkat SD/SMP mulai berdatangan ke sekolah-sekolah untuk
mendaftarkan dirinya sebagai siswa baru di sekolah yang dipilih.
Kebanyakan dari mereka, lebih memilih mendaftar di sekolah yang berstatus negeri, ketimbang swasta.
Persoalannya, di Walenrang Lamasi (Walmas), masih minim sekolah yang berstatus negeri (SMP/SMA), sehingga begitu siswa tersebut tidak dinyatakan lulus di sekolah negeri, banyak yang terpaksa harus menganggur.
Kepala SMPN 2 Lamasi, Haruna Tenang S Pd, mengatakan, di wilayah IV Walmas, sudah harus ada sekolah pendukung. Jika hal itu sudah diakomodir pemerintah, maka kebutuhan siswa menuntut ilmu sudah dapat terpenuhi.
"Khusus di Walmas, SMP yang berstatus negeri tidak sampai sepuluh sekolah, begitupun dengan SMA inilah yang membuat kami kerepotan terutama pada Penerimaan Siswa Baru(PSB) tiap tahun," kata Haruna Tenang, kepada Palopo Pos, Selasa, 26 Juni, siang kemarin.
Seperti pada jalur PSB T.A 2012/2013 ini, kata dia, sekolah yang dinahkodainya itu, hanya mempersiapkan enam Rombongan Belajar (Rombel), per rombel diisi maksimal 34 orang.
Sehingga, total jumlah siswa yang bakal direkrut untuk PSB T.A. 2012/2013, yakni sebanyak 204 orang.
Persoalan utamanya, lanjut dia, ketika pendaftar di sekolahnya membeludak tak ada sekolah pendukung yang bisa digunakan sebagai cadangan ketika siswa tersebut tidak dinyatakan lulus di sekolah yang dipimpinnya. "Inilah kendala bagi kami di Walmas, masih kurang sekolah yang berstatus negeri ini harus menjadi bahan pertimbangan pemerintah," pungkasnya. (ded/him/d)
|