Cari

 

 PAGE VIEW
OLAHRAGA
Play Off Bola Diundur Lagi
BELOPA --- Panitia play off Pra Porda cabang olahraga (cabor) sepakbola yang sebelumnya menjadwalkan laga play off digelar pada bulan Januari ini, kembali molor hingga Februari nanti. Play off yang recananya diikuti oleh

INFOTAINMENT
Agnes Monica Resmi Dikontrak Label Internasional
Jakarta--- Setelah sekian lama, akhirnya Agnes Monica membuktikan ucapannya untuk benar- benar Go International. Hal itu dibuktikan dengan dikontraknya Agnes oleh label internasional. Kabar tersebut disampaikan

DARI REDAKSI
Sukses, Jalan Sehat Demi Indonesia dan Senam Dahlan Style di Palopo
Dua event yang digelar PALOPO POS pada 8-9 Juni 2013 akhir pekan kemarin, yakni Lomba Dance Gangnam Style serta Jalan Sehat Demi Indonesia & Senam Dahlan Style, berlangsung sukses dan meriah.

SKPD Minim PAD, Wali Kota Bilang Maaf Saja
Lebih-lebih Kalau Korupsi...

73 Ribu Kades Bisa Terjerat Korupsi
Maaf Saja...

BERITA UTAMA
Kamis, 09 Aug 2012, view 171 x
Abraham: Tersangka Irjen Djoko Tak Diistimewakan
SBY "Damaikan" Polri dan KPK
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampaknya ingin memperbaiki hubungan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri yang memanas menyusul konflik penanganan dugaan korupsi proyek Driving Simulatir di Korlantas Polri. Hal itu terlihat saat Presiden menghadiri buka puasa bersama seluruh jajaran pemerintahan dan keluarga besar Polri di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (8/8) petang.
Usai berbuka puasa, Presiden menyempatkan diri untuk mendekati Kepala Polisi RI Jenderal Timur Pradopo dan Ketua KPK Abraham Samad. Ia berdiri di tengah di antara dua petinggi lembaga penegak hukum itu. Tak jelas isi pembcaraan antara SBY, Abraham dan Timur.
Kapolri pun tersenyum ketika dikonfirmasi soal itu. Ia menyatakan KPK dan Polri tetap berkomitmen untuk memberantas korupsi. Terkait penetapan tersangka, tuturnya, masih dalam proses koordinasi.
"Kita komitmen dengan masalah Korupsi. Kita komitmen termasuk korupsi di Polri. kita akan proses secara hukum yang berlaku, sesuai komitmen kita sebelumnya," kata Jenderal Timur. Apakah ini berarti KPK dan Polri telah berdamai? "Insya Allah, Insya Allah," tutur Timur sambil tertawa.
Sebelumnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad memastikan tersangka Irjen Djoko Suliso diperlakukan sama dengan tersangka korupsi lainnya, termasuk soal lokasi penahanan. Hal ini dikatakannya menjawab wartawan terkait adanya informasi bahwa KPK menahan tersangka dugaan korupsi Simulator SIM itu di Rutan militer.
"Dalam hukum ada equality before the law, jadi semua kedudukan orang itu sama di depan hukum. Tidak ada istilah bintang 1, bintang 2, bintang 3, bintang 5. Diperlakukan sama dan tidak ada yang diperlakukan istimewa atau mendapatkan privillege," tegas Abraham di kantornya, Rabu (8/8), kemarin.
Terkait perkembangan kasus dugaan korupsi Simulator SIM di Korlantas Polri ini, Abraham mengaku dirinya sudah melakukan pertemuan Senin (6/8) malam, dengan Kapolri. Namun pertemuan itu belum menghasilkan kesepakatan yang final. Sehingga masih diperlukan koordinasi lebih lanjut.
Apakah penyidikan KPK terganggu dengan adanya permasalahan dengan Polri? "Sama sekali tidak mengganggu penyidkan karena penyidikan akan terus berjalan," tegasnya. Dalam koordinasi yang akan dibangun KPK dengan Polri nantinya, juga akan membahas masalah penanganan tersangka yang sama dalam kasus ini.
Diketahui dalam kasus ini KPK menetapkan Inspektur Jenderal Djoko Susilo, selaku mantan Kepala Korlantas Polri. Selain itu KPK juga menjerat Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Didik Purnomo, Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (PT CMMA), Budi Susanto, dan Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia, Sukoco S Bambang, sebagai tersangka.
Persoalan muncul ketika sebagian tersangka di KPK juga menjadi tersangka Mabes Polri. Bahkan Polri juga ngotot ingin menangani kasus dugaan korupsi Simulator SIM ini. Sampai saat ini masing-masing baik KPK maupun Polri masih terus melakukan penyidikan.

BANJIR DUKUNGAN
Sementara itu, sejumlah aktivis mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (8/8) petang untuk memberikan dukungan bagi lembaga anti rasuah itu menuntaskan penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan simulator kemudi SIM di Korlantas Polri.
Diantara aktivis yang terlihat menyambangi KPK seperti Romo Beni Susatyo, Effendi Ghozali, Todung Mulya Lubis, Teteng Masduki, Abdulrachman Saleh, dan sejumlah nama lainnya. "Kami tergabung dalam kelompok yang memiliki keprihatinan. Kami datang untuk mengimbau KPK agar tetap konsisten. Tidak hanya satu tapi pada semua kasus korupsi. Salah satunya kasus SIM ini, kata Romo Beni di gedung KPK Jalan H.R Rasuna Said Jakarta Selatan.
Romo Beni menyatakan para penggiat korupsi sengaja berkumpul untuk mendesak KPK untuk tetap menjadi kekuatan untuk pemberantasan korupsi di Indonesia. Karena menurut mereka korupsi telah merusak keadaban bangsa.
Melihat persoalan kasus simulator SIM, lanjutnya, semakin memantabkan dukungan masyarakat terhadap KPK. "Masyarakat sipil memang sejak lama mendukung KPK. Tapi kalau KPK keliru kita ngomong, kalau benar ya kita dukung, pungkas Romo Beni. (jpnn)

  Komentar Terkini ( 0 Komentar )
   Baca Komentar    Tambah Komentar

  BACA JUGA
INDEKS RUBRIK   
KREATIVITAS SEKOLAH
Ikut Kompetisi Tingkat Nasional
PALOPO---- Dua siswa SMANsa Palopo yang tampil pada English Competition Tingkat Nasional, yang dilaksanakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bahasa Politekhnik Makassar, beberapa waktu lalu, lagi-lagi