Cari

 

 PAGE VIEW
OLAHRAGA
Play Off Bola Diundur Lagi
BELOPA --- Panitia play off Pra Porda cabang olahraga (cabor) sepakbola yang sebelumnya menjadwalkan laga play off digelar pada bulan Januari ini, kembali molor hingga Februari nanti. Play off yang recananya diikuti oleh

INFOTAINMENT
Agnes Monica Resmi Dikontrak Label Internasional
Jakarta--- Setelah sekian lama, akhirnya Agnes Monica membuktikan ucapannya untuk benar- benar Go International. Hal itu dibuktikan dengan dikontraknya Agnes oleh label internasional. Kabar tersebut disampaikan

DARI REDAKSI
Sukses, Jalan Sehat Demi Indonesia dan Senam Dahlan Style di Palopo
Dua event yang digelar PALOPO POS pada 8-9 Juni 2013 akhir pekan kemarin, yakni Lomba Dance Gangnam Style serta Jalan Sehat Demi Indonesia & Senam Dahlan Style, berlangsung sukses dan meriah.

SKPD Minim PAD, Wali Kota Bilang Maaf Saja
Lebih-lebih Kalau Korupsi...

73 Ribu Kades Bisa Terjerat Korupsi
Maaf Saja...

BERITA UTAMA
Rabu, 19 Sep 2012, view 498 x
Kopertis Siap Beri Beasiswa Pendidikan S2
Dua Wisudawan UNCP Raih IPK 3,9
PALOPO--- Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP)menelorkan dua wisudawan terbaiknya pada periode pertama angkatan ke-27, Selasa, 18 September kemarin. Mereka dinyatakan lulus dengan predikat cum laude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,9 dari skala 4.
Kedua wisudawan tersebut masing-masing, Ardi Suprada dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3,96 yang dinobatkan sebagai wisudawan terbaik UNCP dan Wisnu Kurniadi dari Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknik dengan IPK 3,90.
Selain itu, dua wisudawan lainnya mendapat IPK minimal 3,8 yakni Tertin Yusman dari Prodi Agroteknologi dengan IPK 3,80, Serli Bingka dari Prodi Biologi Fakultas MIPA dengan IPK 3,87. Baik Ardi, Wisnu, Serli, dan Tertin dinobatkan pula sebagai wisudawan terbaik fakultas masing-masing. Pada kesempatan ini, juga dipublis wisudawan termuda atas nama Nurlia Kunnu (Fakultas Bahasa Inggris) dengan usia 20 tahun, serta wisudawan tertua atas nama Yustinus Tangnga (Fakultas Pertanian) yang berumur 52 tahun.
Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IX memberikan apresiasi khusus kepada Ardi.
Andi Lukman yang mewakili Ketua Kopertis IX Prof Basri Wello MA meminta Ardi untuk langsung melanjutkan pendidikan Strata Dua (S2), biayanya ditanggung oleh Kopertis melalui pemberian beasiswa pendidikan S2. Lukman juga meminta kepada Rektor UNCP, Dr H Suaedi SPd MSi untuk mengangkat Ardi sebagai dosen UNCP atas prestasi sebagai lulusan terbaik universitas tahun akademik 2011/2012.
Selain Ardi, kata Lukman, Kopertis juga siap memberikan beasiswa pendidikan S2 kepada lulusan UNCP yang mendapat IPK 3,8 ke atas.
''Yang IP 3,8 ke atas, langsung saja diangkat sebagai dosen UNCP. Nanti Kopertis berikan beasiswa pendidikan S2. Kemudian setelah diangkat sebagai dosen, kita sertifikasi,'' kata Lukman saat menyampaikan sambutan Ketua Kopertis Wilayah IX Sulawesi pada wisuda sarjana periode I angkatan ke-27 UNCP di SaodenraE Convention Centre (SCC) Palopo, Selasa, 18 September kemarin. Acara wisuda ini dihadiri Walikota Palopo, Drs HPA Tenriadjeng MSi, Rektor UNCP Suaedi, Ketua DPRD Palopo diwakili Frans Malimongan, orang tua 435 wisudawan, dan undangan lainnya.
Lukman juga mengatakan, berdasarkan undang-undang pendidikan tinggi yang baru saja disahkan, sudah tidak ada perbedaan antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Status dan kedudukannya sama. Bahkan, PTS dapat dianggarkan dalam APBD. ''Jadi kami berharap, Pak Wali kota dapat mengalokasikan anggaran untuk PTS yang ada di Palopo, termasuk UNCP,'' terang Lukman disambut aplaus hadirin.
Selanjutnya Wali kota Palopo, HPA Tenriadjeng MSi dalam sambutannya memberi apresiasi kepada UNCP. Pasalnya, civitas akademi UNCP begitu gigih selama ini sehingga perlahan tapi pasti mampu menjadi perguruan tinggi favorit di Tana Luwu, sehingga dari tahun ke tahun jumlah sarjana yang ditamatkan semakin meningkat.
Wali kota juga berharap kepada pihak kampus agar membantu dan memediasi mahasiswa untuk mendapatkan peluang kerja yang layak, khususnya mereka memiliki prestasi akademik yang membanggakan seperti masuk kategori cum laude. ''Sebab makin hari dunia kerja membutuhkan SDM yang berkualitas. Kita berdoa agar semua wisudawan dapat memperoleh pekerjaan dalam waktu yang tidak terlalu lama,'' terang Wali kota.
Sebelumnya, Suaedi dalam laporannya mengatakan UNCP mencatat sejarah baru karena pada tahun ini melakukan wisuda sebanyak tiga kali. Wisuda pertama pada Selasa, 18 September yang diikuti 435 wisudawan yang terdiri 265 sarjana pendidikan, 21 sarjana pertanian, 61 sarjana sains, dan 88 sarjana komputer. Sehari kemudian, Rabu, 19 September kembali dilaksanakan wisuda yang diikuti 400 lebih wisudawan. Dan yang ketiga, wisuda pada bulan Nopember mendatang. ''Wisuda ini dilaksanakan sampai tiga kali karena banyaknya lulusan yang akan diwisuda sementara daya tampung gedung yang ada di Palopo relatif kecil,'' kata Suaedi.
Ditambahkan, jumlah mahasiswa UNCP tahun akademik 2012/2013 sebanyak 7.414 orang, termasuk 1.513 mahasiswa baru tahun ini. Dalam rangka peningkatan mutu, maka tidak semua pendaftar diterima. Mereka diseleksi secara ketat untuk mendapatkan input mahasiswa yang mumpuni. Dari 1.835 pendaftar, yang diterima tahun ini hanya 1.513 orang.
Tantangan terbesar yang dihadapi UNCP saat ini adalah kualitas dan kuantitas dosen. Itulah sebabnya, pihak kampus terus mendorong dosen untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Saat ini, UNCP telah memiliki 6 guru besar (professor) yakni Prof. Dr. Sitti Hawang Hanafie, Prof. Hanafie Mahtika, Prof. Dr. Kamaruddin, Prof. Dr. Gani Wahid, Prof. Dr. Hammado Tantu, Prof. Dr. Kulla Lagousi.
Selain itu, tahun ini tiga sudah meraih gelar doktor yaitu Dr. A. Rahim, M.Hum (doktor bidang ilmu hukum) dan Dr. Rusdiana Junaid, M.A, M.Hum (doktor bidang ilmu linguistik) dan Dr Muhammad Ilyas doktor bidang ilmu Manajemen Pendidikan di UNJ.
''Tahun depan menyusul tiga doktor. Kita berharap tiap tahun kami mendapat tambahan tiga doktor,'' katanya.
Secara khusus, Suaedi menitip pesan kepada para wisudawan. Gelar sarjana yang saudara sandang, bukan sekadar tambahan nama tapi itu karena kalian memiliki kompetensi, cara pikir untuk produktif. Gelar yang dianugerahkan itu bukan untuk kesombongan tapi sarana untuk meningkatan kualitas pengetahuan dan ketakwaan. Abdikan diri untuk mendukung penyebaran kebaikan dan kemajuan teknologi. "Jangan jadi sarjana yang durjana,'' tandasnya. (ikh/uce)

  Komentar Terkini ( 0 Komentar )
   Baca Komentar    Tambah Komentar

  BACA JUGA
INDEKS RUBRIK   
KREATIVITAS SEKOLAH
Ikut Kompetisi Tingkat Nasional
PALOPO---- Dua siswa SMANsa Palopo yang tampil pada English Competition Tingkat Nasional, yang dilaksanakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bahasa Politekhnik Makassar, beberapa waktu lalu, lagi-lagi