Cari

 

 PAGE VIEW
OLAHRAGA
Play Off Bola Diundur Lagi
BELOPA --- Panitia play off Pra Porda cabang olahraga (cabor) sepakbola yang sebelumnya menjadwalkan laga play off digelar pada bulan Januari ini, kembali molor hingga Februari nanti. Play off yang recananya diikuti oleh

INFOTAINMENT
Agnes Monica Resmi Dikontrak Label Internasional
Jakarta--- Setelah sekian lama, akhirnya Agnes Monica membuktikan ucapannya untuk benar- benar Go International. Hal itu dibuktikan dengan dikontraknya Agnes oleh label internasional. Kabar tersebut disampaikan

DARI REDAKSI
Sukses, Jalan Sehat Demi Indonesia dan Senam Dahlan Style di Palopo
Dua event yang digelar PALOPO POS pada 8-9 Juni 2013 akhir pekan kemarin, yakni Lomba Dance Gangnam Style serta Jalan Sehat Demi Indonesia & Senam Dahlan Style, berlangsung sukses dan meriah.

SKPD Minim PAD, Wali Kota Bilang Maaf Saja
Lebih-lebih Kalau Korupsi...

73 Ribu Kades Bisa Terjerat Korupsi
Maaf Saja...

BERITA UTAMA
Jumat, 17 May 2013, view 423 x
Zirmayanto Dukung Langkah Wali Kota
Kapolres: Beri Kami Waktu Jerat Perusuh
PALOPO--- Kapolres Palopo, Muhammad Guntur Tanjung SIK mengaku butuh waktu menjerat pelaku kerusuhan yang terjadi, Minggu, 31 Maret lalu. Sampai saat ini, tersangka kerusuhan, baru 13 orang. Tersangka ini tidak bertambah, walau sudah hampir dua bulan pasca kerusuhan.
Kapolres yang datang bersilaturahmi di kantor Palopo Pos di dampingi Kasat Binmas AKP Baharuddin yang diterima Direktur/Pemimpin Umum Palopo Pos Amran Suyuti, Wadir/Pimred Husain Rasyid, dan Wadir Pemasaran dan Umum Palopo Pos Ikhwan Ibrahim, Kamis, 16 Mei kemarin, berharap agar masyarakat bersabar menunggu hasil kerja yang dilakukan kepolisian.
Karena, menurutnya, pihak kepolisian punya langkah-langkah dan cara khusus untuk menjerat para pelaku.
''Kasus ini sudah ditangani seprofesional mungkin. Untuk itu, masyarakat diharapkan bersabar. Kita berharap, hasil kerja nantinya lebih memuaskan,'' janjinya.
Perwira berdarah Bugis Maros-Medan tersebut, mengatakan, pihaknya sangat serius menangani kasus kerusuhan ini. Mengenai tersangka yang belum bertambah, mantan Dansat Brimob Parepare itu menuturkan, penanganan pelaku kerusuhan dilakukan bertahap dan sesuai aturan.
''Jadi, kasus ini ditangani secara bertahap. Setelah 13 tersangka yang lebih dulu diciduk berkasnya sudah P21, kita akan kembangkan ke pelaku-pelaku lainnya,'' jelas Guntur.
Ia juga berharap kepada masyarakat jika ada yang punya bukti-bukti kuat dan bisa dipertanggungjawabkan, segera melapor ke Polres. Sehingga, pelaku kerusuhan bisa ditangkap.
Mantan Dansat Brimob Parepare ini mengatakan, pihaknya tidak akan berhenti mengusut kasus ini.
Dia menceritakan, kasus kerusuhan yang terjadi di Palopo beberapa waktu lalu, sebenarnya pihaknya juga menjadi korban.
AKBP Muhammad Guntur Tanjung mengaku malah dirinya kena lemparan juga, termasuk beberapa mobil dari pihak kepolisian rusak. Meski begitu, dirinya bukan berarti ingin membalas dendam, tetapi akan menangani kasus ini seprofesional mungkin.
''Yang jelas, kami akan bekerja dengan baik sesuai aturan yang ada. Kami diserahi tugas sebagai Kapolres disamping untuk memulihkan keadaan Palopo seperti dulu, juga yang utama adalah mengusut tuntas kasus kerusuhan ini. Jadi, percayakan ke kami untuk melakukan yang terbaik,'' katanya.
AKBP Muhammad Guntur juga menjelaskan, pihaknya juga sudah siap mengamankan pelantikan wali kota terpilih, 5 Juli mendatang.
Sementara itu, langkah Wali Kota Palopo, HPA Tenriadjeng, menuntaskan kasus pembakaran yang terjadi di Palopo, Minggu, 31 Maret 2013 lalu, mendapatkan support dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan (Sulsel) H Zirmayanto Zainal SH.
Sebagai bagian dari masyarakat Palopo, Zirmayanto menyatakan apresiasinya terhadap inisiatif Wali Kota HPA Tenriadjeng, dalam menyikapi lambannya proses hukum yang berjalan pasca kerusuhan yang menyebabkan terbakarnya enam gedung milik pemerintah dan swasta.
''Harapan Opu Wali agar polisi menangani kasus pembakaran sampai tuntas bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat," ucap Zirmayanto, Kamis, 16 Mei 2013 kemarin.
Ia menilai, pertemuan yang digelar wali kota bersama Muspida untuk membahas penanganan dari dampak kasus kerusuhan, patut didukung seluruh elemen terkait.
Zir--, sapaan akrab Zirmayanto, menyebut gagasan yang ditempuh wali kota mengumpulkan seluruh Muspida untuk membahas kasus kerusuhan Palopo adalah tindakan yang sudah sangat tepat.
''Keputusan yang diambil Tenriadjeng dengan mengumpulkan muspida, SKPD, serta korban pembakaran untuk mendesak pihak kepolisian mengusut otak utama pembakaran, merupakan tindakan yang berani. Pak wali ini punya beban cukup besar. Namun, dia tetap menunjukkan betapa besar kepeduliannya terhadap kasus pembakaran di Palopo," terang Zirmayanto.
Sebab, lanjut Notaris/PPAT ini, sangat penting aparat Kepolisian bekerja serius mengungkap pelaku utama kerusuhan. "Pak Wali Kota telah menunjukkan rasa simpati yang begitu tinggi terhadap kasus pembakaran. Ini menunjukkan jika pemkot tidak lepas tangan begitu saja dan tetap memberi perhatian yang serius terhadap perkembangan kasus pembakaran sebagai perbuatan yang sangat keji dan melawan hukum,'' bebernya.
Sebelumnya, Wali Kota Palopo, HPA Tenriadjeng, Rabu lalu, 15 Mei, di hadapan Muspida dan stakeholder terkait, meminta Polres Palopo memproses hukum pelaku pembakaran dan pihak yang dicurigai sebagai pelaku utama kerusuhan. "Tolong supaya digarisbawahi, tangkap dan adili otak utama kerusuhan," pinta Tenriadjeng.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Palopo, Oktavianus SH MH, menambahkan 13 tersangka yang ditangani polres terdiri 14 BAP. "Setelah seluruh berkas dilimpahkan ke kejaksaan, para tersangka akan disidangkan di luar Palopo. Sidang dipindahkan ke Makassar, agar para saksi berani memberikan keterangan tanpa mendapat ancaman dan intimidasi," pungkas Oktavianus.

BUKTI DAN SAKSI JELAS
Mengamati lambatnya gerak kepolisian melakukan penangkapan para pelaku kerusuhan, juga datang dari akademisi.
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Damarica Palopo, Daniel Parubang SH MH, kepada PALOPO POS, Kamis, 16 Mei kemarin menuntut agar kepolisian dapat bekerja secara profesional.
Profesional menurut Daniel adalah, kemampuan pihak kepolisian dalam mengungkapkan kasus. Apalagi, dalam kasus pengrusakan dan pembakaran sejumlah kantor pemerintah dan swasta yang menelan kerugian miliaran rupiah bukan perkara biasa.
''Sangat disayangkan hanya 13 tersangka saja yang ditetapkan oleh pihak kepolisian. Padahal, bukti dan saksi sudah jelas. Kalau pihak kepolisian mau bekerja keras dan profesional, tentu sudah menangkap otak intelektualnya,'' kata Daniel yang juga dosen tetap Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP), dan pembina organisasi Mahasiswa Anti Penyalahgunaan Narkoba (MAPAN).
Menurut analisinya, pengakuan beberapa tersangka yang menyebutkan sebelum mereka bergerak melakukan aksi kriminal, melakukan pertemuan di rumah salah satu mantan calon wali kota, itu sudah dapat dijadikan alat bukti.
Begitu juga dengan orang-orang yang ada pada saat itu yang terlibat. ''Mereka dapat diseret dengan pasal 55 atau 56 tentang turut serta,'' katanya.
Selain itu, lanjutnya, pembakaran dan pengrusakan yang dilakukan oleh massa dari pendukung calon wali kota yang kalah, sangat matang dan terencana.
Hal itu merupakan petunjuk bagi polisi untuk berani meningkatkan penyelidikan memeriksa siapa saja yang berada pada saat pertemuan itu.
''Polisi bisa saja memeriksa siapa-siapa saja yang hadir dalam pertemuan itu di rumah mantan salah satu calon wali kota. Tentunya, yang ada pada saat itu melihat, mengetahui, dan mendengar apa yang direncanakan pada hari itu. Misalnya saja, ibu-ibu yang menyiapkan makanan, tentu bukan orang dari luar, serta masyarakat sekitar rumah itu, pasti melihat,'' ungkapnya.
Jadi, menurutnya, pihak polisi tidak ada alasan untuk tidak menangkap otak intelektualnya. Kalau polisi dapat bekerja secarah profesional, pasti secepatnya otak intelektualnya diseret dan dikenakan pasal 55 atau pasal 56. ''Jika otak intelektualnya tidak dapat disentuh oleh kepolisian, imbasnya akan muncul statemen-statemen miring dari masyarakat,'' pungkasnya. (abk-rp4/uce/e)

  Komentar Terkini ( 0 Komentar )
   Baca Komentar    Tambah Komentar

  BACA JUGA
INDEKS RUBRIK   
KREATIVITAS SEKOLAH
Ikut Kompetisi Tingkat Nasional
PALOPO---- Dua siswa SMANsa Palopo yang tampil pada English Competition Tingkat Nasional, yang dilaksanakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bahasa Politekhnik Makassar, beberapa waktu lalu, lagi-lagi