Cari

 

 PAGE VIEW
OLAHRAGA
Play Off Bola Diundur Lagi
BELOPA --- Panitia play off Pra Porda cabang olahraga (cabor) sepakbola yang sebelumnya menjadwalkan laga play off digelar pada bulan Januari ini, kembali molor hingga Februari nanti. Play off yang recananya diikuti oleh

INFOTAINMENT
Agnes Monica Resmi Dikontrak Label Internasional
Jakarta--- Setelah sekian lama, akhirnya Agnes Monica membuktikan ucapannya untuk benar- benar Go International. Hal itu dibuktikan dengan dikontraknya Agnes oleh label internasional. Kabar tersebut disampaikan

DARI REDAKSI
Sukses, Jalan Sehat Demi Indonesia dan Senam Dahlan Style di Palopo
Dua event yang digelar PALOPO POS pada 8-9 Juni 2013 akhir pekan kemarin, yakni Lomba Dance Gangnam Style serta Jalan Sehat Demi Indonesia & Senam Dahlan Style, berlangsung sukses dan meriah.

SKPD Minim PAD, Wali Kota Bilang Maaf Saja
Lebih-lebih Kalau Korupsi...

73 Ribu Kades Bisa Terjerat Korupsi
Maaf Saja...

BERITA UTAMA
Sabtu, 01 Jun 2013, view 369 x
DPR Pertanyakan Keseriusan Polres
Ahmad Yani: Aktornya Harus Ditangkap
JAKARTA --- Kasus kerusuhan Palopo masih diperbincangkan di senayan. Sejumlah anggota DPR RI yang memantau penanganan kasus yang terkait dengan pilkada itu, meminta Polres Palopo menangkap pelaku yang mengotaki gerakan yang berujung pembakaran sejumlah kantor pemerintah dan swasta.
Polres Palopo harus melihat kasus pengrusakan kantor Polres di Sumatera Selatan, yang tidak cukup sebulan lamanya, para tersangka utama sudah ditangkap dan saat ini telah diproses di pengadilan. Apalagi, kasus kerusuhan Palopo yang beberapa waktu lalu, sempat mendapat perhatian serius dari Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono. Jadi, sewajarnya kasus ini tidak perlu berlarut dalam menetapkan tersangka utama, yang notabene pemimpin negara ini langsung turun tangan menanggapi.
Setelah anggota DPR RI Markus Nari menanggapi kasus kerusuhan Pilkada Palopo yang hingga dua bulan lebih tak kunjung menetapkan tersangka utama, kini giliran Ahmad Yani memberikan pernyataan.
Anggota DPR RI Komisi III yang membidangi hukum dan perundang-undangan, hak asasi manusia, dan keamanan ini, mengatakan bahwa dari waktu yang terbilang sebulan lebih bahkan memasuki bulan kedua, namun otak kerusuhan belum juga tertangkap, maka yang perlu dipertanyakan di sini adalah bagaimana kerja aparat kepolisian di Kota Palopo dalam mencari pelaku utama. ''Apalagi saya dengar pergantian Kapolres baru saja dilakukan. Mestinya, kasus kerusuhan Palopo sudah bisa terungkap semuanya. Apalagi ada pergantian kapolres, jadi sewajarnya pejabat yang baru memiliki semangat baru dalam menuntaskan 'PR' dari pejabat yang lama," tandas legislator dari Partai Persatuan Pembangunan ini.
Ahmad Yani lalu mencontohkan, kasus pengrusakan kantor Polres di Sumatera Selatan, yang tidak cukup sebulan lamanya, para tersangka utama sudah ditangkap dan saat ini telah diproses di pengadilan.
"Jika sudah ada barang bukti dan saksi, maka segera sudah bisa ditetapkan sebagai tersangka. Otaknya ini yang harus ditangkap dan ikut bertanggungjawab," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, hingga saat ini baru 13 orang yang ditetapkan tersangka oleh Polres Palopo dari ratusan bahkan ribuan pelaku pengrusakan, yakni, Andi Taufik, Suherman, Sulaiman, Hasdar, Wisnu, Sarwan, Malisa, Erlis, Simon, Anwar, Sahapudding, Mashudding, dan Supriadi.
Selain ke-13 tersangka tersebut, juga barang bukti diserahkan ke Kejari Palopo seperti batu, pecahan botol, arang bekas pembakaran, dan botol bom molotov.
Sementara itu, Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar, meminta pihak kepolisian (Polres Palopo) untuk mengusut sampai tuntas kejadian ini dan senantiasa mengedepankan penegakan hukum terhadap peristiwa tersebut. "Tindakan ini sangat disayangkan dan mencederai proses demokrasi yang berlangsung," kata Boy melalui pesan singkatnya, Jumat 31 Mei 2013.


13 Tersangka Sidang Pekan Depan

Pelimpahan tahap kedua 13 tersangka kasus kerusuhan di Kota Palopo, 31 Maret 2013 lalu, telah dinyatakan P21. Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Palopo, Mattana Parandangi, SH MH, Jumat 31 Mei 2013 kemarin, mengungkapkan sidang perdana kasus kerusuhan Palopo akan digelar pekan depan.
Mattana juga mengharapkan, agar aparat Polres Palopo, mempercepat proses penanganan kasus kerusuhan yang menyebabkan enam gedung milik pemerintah dan swasta terbakar pasca penetapan hasil Pilwalkot putaran kedua.
"Setelah kita periksa dan teliti, BAP 13 tersangka yang dilimpahkan penyidik Polres Palopo, lengkap dan siap disidangkan," tukas Mattana.
Fatwa dari Mahkamah Agung (MA) untuk pelaksanaan sidang kasus kerusuhan Palopo dilangsungkan di Makassar, lanjut Mattana, telah turun. Andi Taufik, dkk, lanjut Mattana, mulai menjalani persidangan pekan kedua Juni.
"Jadwal persidangan ke 13 tersangka kasus kerusuhan dan pembakaran di Palopo ini sedang kita susun. Yang pasti, sidang perdananya di pekan depan," kata Mattana.
Untuk barang bukti (BB) kasus kerusuhan, papar Mattana, tidak seluruhnya dibawa serta ke Makassar.
Ia mencontohkan, mobil DD948 HB milik mantan calon wali kota, H Haidir Basir, masih berada di halaman Polres Palopo. Akan tetapi, mobil tersebut tetap masuk dalam BAP kasus kerusuhan.
"Sebagian barang bukti dalam kasus kerusuhan, masih di Palopo. Kendati tidak dibawa, foto-foto barang bukti itu tetap dilampirkan di dalam BAP tersangka kasus kerusuhan," tandasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang ia dapatkan, kemungkinan masih akan ada tambahan tersangka baru. Hanya saja, beber Mattana, aparat kepolisian masih merahasiakan karena mungkin ada beberapa keterangan perlu ditambahkan. "Kalau soal tambahan tersangka, bisa saja ada tersangka baru. Cuma, polisi saya liat belum membuka ke publik tambahan tersangka baru itu," kunci Mattana.(idr-fmc/abk/ary)

  Komentar Terkini ( 0 Komentar )
   Baca Komentar    Tambah Komentar

  BACA JUGA
INDEKS RUBRIK   
KREATIVITAS SEKOLAH
Ikut Kompetisi Tingkat Nasional
PALOPO---- Dua siswa SMANsa Palopo yang tampil pada English Competition Tingkat Nasional, yang dilaksanakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bahasa Politekhnik Makassar, beberapa waktu lalu, lagi-lagi